by

Direktur Muyang Kute Diduga Lalai dan Tidak Tegas Tangani Covid-19

Mulyadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah.
Mulyadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah.

Redelong | Lintasgayo.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute dinilai lalai dalam menerapkan protokol kesehatan, terkait penanganan kasus covid di fasilitas isolasi Covid-19. Hal ini diutarakan Mulyadi Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kepada Lintasgayo.com, Selasa (28/07/2020).

Mulyadi menyampaikan, berdasarkan pemberitaan tanggal 25 juli 2020 di salah satu media, terkofirmasinya warga Bener Meriah positif terkena Virus Corona, dengan inisial Y (Perempuan, 55 Tahun) tidak memiliki riwayat keluar dari kampungnya, tetapi memiliki anak yang bekerja sebagai petugas kebersihan di ruang isolasi RSU Muyang Kute, meskipun hasil SWAB dari anaknya belum keluar, namun diduga penularan ini berasal dari anaknya tersebut.

“Jika kita lihat dari kejadian Ibu Y, inikan jelas sekali kelaian dari pihak rumah sakit,” kata Mulyadi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa Y tertular oleh anaknya dan jika ini terkonfirmasi maka Direktur RSU Muyang Kute perlu dievaluasi terkait protokol dan kebijakan rumah sakit dalam penanganan kasus covid-19.

“Kesalahan ini sangat fatal, direktur RSUD Muyang Kute, harus segera dievaluasi, seharusnya rumah sakit harus selalu steril. Kami berharap kepada manajemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan juga sarana prasarana pendukung, karena kami melihat fasilitas cuci tangan juga sulit ditemukan di RSU Muyang Kute,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan ke khawatirannya mengenai 58 Spesimen yang telah dikirimkan ke Banda Aceh, jika kembali ada konfirmasi kasus positif di Bener Meriah berarti sudah terjadi penularan lokal di Bener Meriah, maka Bener Meriah berpotensi kembali masuk ke zona kuning bahkan merah.

“Pemerintah harus serius tangani Covid, jangan main-main, terutama di tempat pelayanan Publik, karena kita khawatir daerah ini masuk kembali ke Zona merah,” Lanjut Putra Kecamatan Wih Pesam ini.

“Selanjutnya saya juga menyayangkan soal Limbah B3 yang hingga kini tidak jelas kemana muaranya, dan masalah ini juga sempat dipertanyakan dan perbincangkan beberapa bulan yang lalu di beberapa media,” pungkas Mulyadi.

Tanggapan Direktur Muyang Kute

Sementara itu, saat di konfirmasi Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Muyang Kute Dr. Sri Tabahhati. Sp. An, mengatakan hasil SWAB anak dari  Y (50) sudah keluar negatif.

“Hasil SWAB-nya sudah keluar  negatif,” Kata Sri Tabahati, melalui pesan WhatsApp.

Dirinya menambahkan, RSU Muyang Kute sudah punya tempat pembuangan sampah B3 tertutup dan mengantongi izin.

“Saat ini RS sudah punya tempat sampah B3 tertutup dan mendapat izin,” terang Direktur RSU  Muyang Kute. (Samar/FG)

Comments

comments

News