Kondisi Jembatan Penghubung Jamur Atu dan Uwer Tingkem Memprihatinkan

By on Saturday, 15 February 2020

Redelong| lintasgayo.com – Puluhan masyarakat dari Kampung Uwer Tingkem dan Desa Jamur Atu, Menggelar Gotong Royong bersama di Salah satu jembatan antara Desa Jamur Atu dan Kampung Uwer Tingkem, Kecamatan Mesidah. Jumat 14/02/2020.

Menurut Informasi dari kepala SD Negeri Uwer Tingkem, Said Hidayah, S.Pd kondisi Jembatan konstruksi kayu yang menjadi penghubung antara Kampung Jamur Atu dan Kampung Uwer Tingkem ini sudah sangat memprihatinkan.


“Selama ini masyarakat setiap hari kalau ingin ke Jamur Atu dan sebalik nya menuju ke Uwter Tingkem, Simpur dan Desa lainnya di Kecamatan Mesidah selalu lewat dari jembatan tersebut,” katanya kepada lintasgayo.com Jum’at (14/02/20).

Menurut Said walaupun jalan alternatif masih ada namun terlalu jauh karena pengguna jalan harus memutar jalan melaluu Kanis dan sangat jauh.

“Masyarakat sangat was was terhadap ketidaknyamanan melewati jembatan ini, salah satu akses untuk transportasi membawa hasil pertanian, baik Kopi dan tanaman Holtikultura lainnya,” sebutnya.

Terlebih lagi katanya, masyarakat yang dari luar Kecamatan Mesidah setiap hari harus melewatinya, bisa dikatakan untuk sarana transportasi terhadap perekonomian masyarakat, baik pedagang, petani dan para pegawai termasuk anak sekolah.

Masyarakat setempat mengadakan gotong royong bersama ini, guna untuk mengantisipasi terjadinya hal hal tidak diinginkan, jembatan ini telah sering diperbaiki oleh masyarakat setempat mempergunakan material kayu untuk jembatan itu tetapi tidak bertahan lama.

“Sudah sering diperbaiki masyarakat, tingginya insentitas hujan didaerah ini membuat bahan-bahan jembatan yang terbuat dari kayu cepat lapuk dan licin, tak jarang masyarakat ketika melintas harus berhati-hati,” sambungnya.

“Hanya itu jalur alternatif yang ada, tapi harus ekstra hati-hati juga ketika melintas, untuk saat ini jembatan tersebut hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda dua, karena akses terdekat menuju ke Kampung Jamur Atu,” lanjutnya.

“Masyarakat mengatakan kondisi itu sudah menjadi makanan kami sehari-hari, ketika kami melintas dan mendapati papan dari jembatan itu rusak kami perbaiki terlebih dahulu bersama teman-teman yang melintas”.

Dalam hal ini kami sebagai dewan Guru dan juga masyarakat sangat mengharapkan jembatan ini dapat diperbaiki agar masyarakat yang ingin menuju kekebun, kantor dan orang tua yang anaknya sekolah tidak merasa was was lagi. Tutup Said Hidayah.(Putra Mandala)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.