Belum Bersikap, Mahasiswa Duga Bupati Berkompromi dengan pihak PT LMR

By on Wednesday, 2 October 2019

Banda Aceh| lintasgayo.com – Lantaran tak kunjung bersikap terhadap demonstrasi mahasiswa Ketua Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA) Banda Aceh menuding Bupati Aceh Tengah melakukan kompromi dengan perusahaan PT. LMR.

Hal ini Dikatakan Sutris ketua IPEMATA Banda Aceh melalui rilisnya kepada media ini Selasa 02/10/19.

“Penolakan tambang di Gayo sudah di lakukan aksi berkali-kali bahkan berulang-ulang, namun sangat di sayangkan sejauh ini Bupati Aceh Tengah bapak Shabela Abubakar belum menentukan sikap apapun soal tambang di Linge”, jelas Sutris.

Menurut Sutris dalam rilisnya, Perusahaan tambang Emas PT. Linge Mineral Resources di Linge akan berpotensi merusak lingkungan. “Hutan akan habis, gunung digali, mencemari sungai dan mengubah pola pertanian masyarakat, Kata Sutris Ketua Umum IPPEMATA Banda Aceh.

Lanjutnya, kami mengutuk investasi Asing yang disetujui sepihak oleh pemerintah tanpa melibatkan masyarakat Aceh Tengah. Pemerintah Daerah tak pernah mengabarkan kepada kami, akan ada investasi pertambangan emas di Linge.

Bayangkan saja Pemegang saham Perusahaan dengan mencantumkan nilai saham oleh Asing, Barisan Gold Corporation (Canada) 80% Saham. PT. Atlas Mineral Exploration 12 % Saham. PT. Bayi Kamana Karya 8% Saham.

Ini kan sudah mengangkangi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang mengatur kewenangan-kewenangan Pemerintahan Aceh

Bahkan, Permen ESDM tersebut kontradiksi dengan Pasal 18B Ayat (1) UUD RI 1945, yang mengakui adanya daerah khusus dan istimewa, seperti Aceh dan Pasal 28D ayat (1) UUD RI 1945, terhadap kepastian hukum keberlakuan UUPA dan peraturan khusus lainnya.

“Selain itu, kami kaget, tau-tau tanah masyarakat dicaplok begitu saja. Kami kaget tanah areal perkebunan masyarakat masuk dalam WIUP (Wilayah izin usaha pertambangan ). Izin eksplorasi Seluas 36. 420 Ha (tiga puluh enam ribu empat ratus dia puluh hektar. Selaku Mahasiswa kami heran , dimana hati mereka, padahal di Linge itu ada situs sejarah urang Gayo dan awal Peradabanya. Di Linge itu tempat sakralnya Urang Gayo” katanya.

Sejak bulan April yang lalu hingga saat ini bupati Aceh tengah masih enggan membuka mulut untuk menolak kehadiran tambang PT LMR (Linge Meneral Resaurces), kami menduga bapak shabela berkompromi dengan pihak PT LMR, sehingga beliau bungkam dan enggan menanggapi aspirasi rakyat Aceh Tengah terhadap penolakan tambang di Gayo.

“Jika melihat permasalahan ini tentunya Pemkab Aceh Tengah dan pemerintah aceh serta menteri ESDM mempunyai wewenang terhadap kedatangan PT LMR di Aceh Tengah”, tutupnya. (Rel/ Ihfa)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.