Pematang “gempur” Perwakilan Aceh di Medan

By on Friday, 6 September 2019

Medan | Lintasgayo.com-  Aksi penolakan tambang yang akan beroperasi di Gayo, semakin meluas. Giliran Persatuan Mahasiswa Tolak Tambang (Pematang) “menggempur” kantor Perwakilan Aceh di Medan, Sumatra Utara.

Puluhan Pematang, melakukan aksi, Kamis (5/9/2019) di Kantor Perwakilan Aceh.  Mereka hadir di sana sekitar pukul 10.00 WIB.

Pasukan dibawah komando  Aksi Rifki Andrian, menyampaikan aspiranya tentang dampak negative kehadiran tambang di Gayo, yang menjadi sumber petaka untuk anak cucu kelak.

“Kami hidup dari kopi. Kopilah sumber nafas kami. Hadirnya tambang  berdampak negative kepada kopi. Untuk menyalamatkan Gayo, tambang harus ditolak, ” ujar Koordinator Aksi Rifki Andrian.

Masa juga melakukan aksi demo di depan tugu pos lapangan merdeka.  Pematang membagikan bubuk kopi Gayo kepada pengguna jalan. Spanduk dan tulisan mereka selamatkan Gayo dari tambang, demi kopi dan anak cucu, menjadi perhatian pengguna jalan.

Tolak tambang di Gayo.Jika tambang  berdiri di sana, maka kopi terbaik dunia tidak bisa lagi Anda nikmati.

Salah seorang orator demo, Ikhlas Khairi, menyebutkan siapapun yang mendukung Keberadaan tambang di Gayo adalah musuh bersama.

” Kami dibesarkan di bawah pohon kopi dan di besarkan dari hasil kopi,kami tdak mau hadirnya tambang mengancam keberadaan kopi dan siapapun yang mendukung tambang adalah musuh kita. Musuh seluruh generasi Gayo,” teriak Ikhlas

Menurutnya masyarakat Gayo menggantungkan hidup dari bertani kopi. Dengan hadirnya tambang emas di kawasan tersebut, maka keberlangsungan tanaman kopi akan terancam . Artinya mengamncam masa depan Gayo.

Bukan hanya itu, akan menghanguskan keberadaan sejarah peradaban Gayo di kerajaan linge, tempat yang akan dijadikan area tambang. Tolak tambang tak ada kata menyerah. (Syeh Mulyadi/Iqoni RS)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.