Bupati Bener Meriah Minta Masukan Dari Tokoh Pemekeran

By on Tuesday, 3 September 2019

Redelong | Lintasgayo.com –  Tokoh pendiri Bener Meriah dan mereka yang pernah memimpin negeri Burni Telong ini diundang khusus dalam seminar FGD dan uji publik hasil review, tehadap RTRW 2012-2032.

Para pendiri Bener Meriah yang masih diberikan Allah kesehatan dan umur,  seperti Tgk. Harun Rasyid, Misriadi, Karimansyah, Rahmat Salam, serta sejumlah bupati yang pernah memimpin negeri yang sudah berdiri 16 tahun lebih itu, diundang khusus dalam seminar, Senin (2/9/2019) di Oprom Setdakab setempat.

Bupati Bener Meriah, Tgk. Syarkawi selain mengundang pihak yang terlibat dalam persoalan RTRW, LSM, pemerhati lingkungan, khusus mengundang para pendiri, dan mereka yang memimpin Bener Meriah setelah kabupaten ini dilahirkan dari rahimnya Aceh Tengah.

“Kita ingin mendapatkan masukan, kritikan, saran, serta ingin mendengarkan langsung bagaimana  Bener Meriah didirikan, saat negeri ini dalam balutan konflik,” sebut Syarkawi, saat berlangsung agenda tanya jawab dalam seminar itu.

Para bupati yang diundang itu; Husni Bahri Top (Pj Priode awal 2004 sampai Maret 2005). Saat Isra Pj Maret 2005 –Maret 2006.   Ruslan Abdul Gani , PJ  Maret 2006- Jan 2007 dan menjabat Bupati priode 2012- 2017.

Tagore Abubakar dan Sirwandi Lut Tawar (Bupati/wakil priode 2007- 2012).  Rusli M. Saleh yang baru saja berpulang, wakil bup priode 2012-2017. Pj Islah Bardan, Pj Bupati Hanasuddin Darjo Okt 2016-11 Februari 2017.

 Dalam kesempatan  seminar itu juga hadir Basrah Hakim, ketika pemekaran menjabat  wakil  ketua DPRK Aceh Tengah, Sabran, Sayutiman, Armia, Rais Abidin. Miharbi, ketika itu menjabat sebagai Camat Bukit, serta Joni yang diundang selaku akademisi adat Gayo.

Selain para kepala SKPA dan Camat yang meramaikan seminar penuh kekeluargaan itu, dalam seminar yang dimoderatori Iwan Bahagia, terlihat juga para pendiri Bener Meriah yang bermain di belakang layar yang mengurus perlengkapan administrasi.

Seperti, Karimansyah Idris (kini sekda Aceh Tengah), Muhammad Syukri (Inspektur Aceh Tengah), Suarman Asisten Pemerintahan Bener Meriah, Zulfikar Ahmad (kini kabid di Infokom Aceh Tengah), dan Bahtiar Gayo wartawan senior di sana.

Agenda yang digelar Dinas Pekerjaan Umum Bener Meriah ini, menurut Erwin, Kadis PU untuk penyempurnaan RTW  yang akan disahkan sebagai qanun. Saat dilangsungkan seminar itu, Kadis PU Bener Meriah, mempercayakan kepada Kabid RTW, Rahmadani  untuk memaparkan keadaan negeri itu, dimana kabid ini spesialis RTRW di sana. (baga/Dialeksis.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.