Kampung Kepies, Antara kebun Stroberi dan Markisah

By on Monday, 2 September 2019

Redelong Lintasgayo.com –  Pesona Kampung Kepies, Permata, Bener Meriah, bukan hanya dengan hamparan kopi. Disana kini sudah ada kebun stroberi yang dikelola secara professional dan kini menjadi obyek wisata.

Namun perkampungan di ketinggian 1700 meter dpl itu, juga dipenuhi tanaman markisa di sela sela perkebunan kopi milik masyarakat. Buah yang berjuntai bergelantungan dengan warna khas hijau dan kuning oranye, sudah lama dibudidayakan.

Kampung Kepies bukan hanya ada kopi Gayo yang kini menjadi kopi terbaik dunia, namun di sana ada perkebunan stroberi, serta markisah yang menjadi sumber hidup mastarakat.

Stoberi di sana menjadi terkenal, menurut Zakaria, sekretaris kampung setempat, sejak seorang petani di sana mengolah lahan perkebunan khusus dengan tanaman menjalar dengan buah memiliki aroma khas ini.

“Rabi Sembiring telah mengolah lahan mencapai 4 hektar dengan tanaman stoberi. Umurnya antara 2 sampai 4 tahun. Hasil yang didapatnya juga sangat lumanyan, antara Rp 2 sampai Rp 4 juta dalam sehari,” sebut Zakaria.

Harganya Rp 80 ribu perkilogram. Bila datang sendiri ke kebun ini, Anda bisa memetiknya sendiri. Pemandangan dengan hamparan stoberi akan ditemukan di sini.

Namun kebun stroberi milik Robi Sembiring ini, yang sudah dijadikan destinasi wisata, sarana transportasi masih menjadi kendala, khususnya dimusim hujan. Ada sekitar 3 kilometer ruas jalan ini yang belum diaspal.

Sehingga bila musim hujan agak sedikit susah dilalui kenderaan. Lokasi dan tempat dari jalan lintas jalur KKA ketempat (kebun stroberi) dengan memakan waktu 20 menit, aspal terakhir hanya sampai ketempat parkir kereta dan mobil, setelah itu harus dengan berjalan kaki sejenak.

Selain stroberi, di Kepies akan ditemukan juga perkebunan markisah milik masyarakat. Tanaman menjalar dan merambat dipohon ini, banyak ditemui hampir diseluruh perkebunan penduduk, ada kalanya tanaman ini diselingi dengan tanaman kopi.

Anda juga bisa memetiknya sendiri, namun pemilik kebun biasanya sudah menyiapkan buah penyegar ini. Harganya berkisar antara Rp 10 sampai Rp 15 ribu perkilonya.

Hamparan stroberi, disela perkebunan kopi, yang dihiasi dengan tanaman markisa, menjadikan Kapies, kini ramai dikunjungi. Perkampungan dengan panorama yang indah ini kini menjadi destinasi wisata. Pengunjung bukan hanya penduduk setempat.

Dari berbagai daerah di Aceh, lokasi ini kini menjadi tujuan wisata. Anda dapat menikmati stroberi, markisa, tentunya juga dengan kopi yang sudah menjadi ikon negeri ini, dimana kopi Gayo menjadi kopi terbaik dunia. (Putra Mandala/Red LG)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.