Luruskanlah Niat Dalam Mengkritik

By on Saturday, 15 June 2019

Anakku…… apakah kamu ingin mendapatkan pahala dalam mengeritik seseorang. Jika kamu ingin mendapatkan kebaikan, maka luruskanlah niatmu.

Kritik itu adalah bagian dari amar makruf nahi mungkar. Tatanan hidup mengajarkan bagaimana mengkritik. Mengajak seseorang ke arah yang lebih baik, bukanlah dengan caci maki.

Tetapi serulah dengan cara santun dan beradab. Karena selain ajaran agama mengajarkan kita beretika, adat Gayo, mengamanatkan bagaimana kita melakukan kritik. Gere itulak rum serde kolak, gere isenawat rum pembesik si luwis. Gayo itu santun dan beretika.

Kritikan untuk perbaikan sangat dibutuhkan dalam hidup. Kritikan, saran adalah bagian nutrisi, penyempruna tubuhmu.

Namun anaku, bila kamu ingin mengeritik seseorang, tanyakan dulu ke relung hatimu, apakah kritikan ini akan mendatangkan manfaat atau mudarat.

Bila bermanfaat, tanamkan niatmu tulus karena Allah. Kalau niat mu karena yang maha segala galanya, Insya Allah kritikanmu akan membawa berkah.

Namun ketika engkau mengkritik anakku, karena kepentinganmu, ada yang kamu harap, bukan tulus karena Allah, engkau tidak mendapat keberkahan. Silakan kau kritik, apa saja, namun pertimbangkan dampak manfaat dan mudaratnya.

Apalagi kamu menerbarkan fitnah. Demi kepentinganmu kamu katakan yang tidak pernah dilakukan oleh seseorang. Dosanya sangat besar. Fitnah itu bukan hanya memakan korban orang yang kamu fitnah, namun dia akan menyambar pihak lainya.

Ingat anaku, berita yang “buruk” itu jalanya sangat cepat bagaikan api membakar ranting yang kering, merambat kemana mana. Namun berita yang baik itu jalanya lambat, seperti kura kura yang mencari makan.

Anaku, ingat pesan ama……. Enti ku rara tamahko minyak, si besurak nge makin galak. Gelah mujadi wih bang kao kin sulih, lagu emun putih gemasih ku donya. (jangan ke api kau tambah minyak, yang bersorak kan bertambah riuh. Jadilah air kamu untuk penyejuk, seperti embun putih mengirim berkah ke bumi).

Tidak ada manusia yang sempurna hidupnya, pasti ada kesalahan dan dosa, makanya dia membutuhkan saran, kritikan dari orang lain. Saran dan kritikan itu, ibarat cermin, dia akan menunjukan dimana kesalahan dan kelemahan kita.

Pergunakan hatimu anakku, bila engkau mau memberi saran atau kritikan. Semoga yang kamu lakukan mendapat berkah dari Allah dan menjadi amal semasa hidup di dunia.

Sumber FB Bahtiar Gayo

berita terkait” Berjiwa besarlah ketika dikritik

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.