Hidmat, Perdamaian Kampung Toweren dengan Tingkem

By on Thursday, 21 February 2019

Bener Meriah| lintasgayo.com– Pertikaian antara Kampung Toweren, Aceh Tengah dengan Kampung Tingkem, Bener Meriah, ahirnya mampu diselesaikan secara adat. Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dan Bupati Aceh Tengah Drs. Sabela Abubakar, menghadiri acara prosesi adat Gayo, untuk mendamaikan dua kampung yang sempat bertikai itu.

Prosesi perdamaian berlangsung, Kamis (21/2/2019), di Kampung Tingkem, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.  Perdamaian dengan nama mangan murum (makan bersama) itu, merupakan proses adat untuk menyatukan kedua belah pihak dan menjadikan mereka dalam tali persaudaraan yang erat.

Menurut Camat Bukit, Kamaruddin BA, dalam prosesi adat itu, 4 kampung dikecamatan Bukit menjadi tuan rumah (Kampung Tingkem Bersatu, Tingkem Asli, Kute Tanyong, dan Kampung Tingkem Benyer). Sementara tamu dalam perhelatan adat ini adalah Kampung Toweren, kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah.

Menurut Camat Bukit, pihaknya selaku Forkopimcam Bukit, telah melakukan mediasi dengan berbagai pihak untuk mendamaikan adanya kesalahan fahaman antar kampung ini. Pada Kamis, 21/2/2019, menjadi hari bersejarah dimana dua kabupaten ini yang pada dasarnya adalah satu, kembali dieratkan dengan tali persaudaraan.

Dalam perdamaian itu Plt. Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi, merasa sangat  bersyukur, persaudaraan mampu dipelihara dengan baik. Apalagi bila dirunut secara histori, sejarah panjang antar kampung di Bener Meriah dan Aceh Tengah ini ada benang merah yang tidak mungkin dapat dipisahkan.

Menurut Syarkawi, banyak kejadian yang disiapkan Allah SWT untuk mempererat tali persaudaraan. Caranya beragam, ada dengan cara perkawinan, dan sebahagian lagi mungkin seperti yang terjadi pada saat ini. Persaudaraan itu harus dipelihara, apalagi Bener Meriah merupakan anaknya Aceh Tengah, karena Bener dilahirkan dari Aceh Tengah.

kedepannya Tgk. H. Sarkawi  berharap, agar persilihan itu tidak  terjadi lagi., “Genap si enge munge agih si belam”, “kurrrr semangat, kurrr semangat, kurrrr semangat o…urang Gayo, murum, mutumpuk, mutuah, mubahagie gelah sara kite bebewente. (Cukup sudah yang lalu, jangan lagi terulang, kuuurrr semangatmu urang Gayo bersatu dalam satu ikatan, semoga semuanya mendapat berkah dalam kebahagian).

Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah satu, hanya administrasi saja yang berbeda melalui proses pemekaran dengan tujuan agar bertambah pembangunan ke Gayo.  Agar mudah untuk diurusi, tapi kalau orangnya itu-itu saja”. “Jangan sudah sikit kita buat lagi bala, cukup sudah yang telah terjadi, jangan lagi ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi lagi tentu dengan berkah doa kita bersama pada hari, semoga mendatangkan berkah untuk kita semua.” demikian sampai Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah Drs. Sabela Abubakar dalam kesempatan itu  menyampaikan hal yang sama, dan berharap apa yang telah terjadi hendaknya tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

Bupati Aceh Tengah menghimbau agar acara adat “Mangan Murum” itu dilaksanakan, jangan hanya  untuk menyelesaiakan pertikaian. Namun hendaknya diselanggarakan setiap tahunnya, agar orang Gayo dapat  mempersatukan diri,  termasuk dengan kabupaten serumpun Gayo Lues dan Aceh Tenggara, pinta Shabela.

Proses adat Gayo “mangan murum” selain dihadiri Plt. Bupati Bener Meriah beserta istri dan Bupati Aceh Tengah beserta istri,  juga dihadiri oleh unsur Forkopimda dan Forkopimda plus, Forkopimcam, Ketua TP-PKK, Mukim. Reje Kampung, Imam Kampung, Petua, Petue, Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM) Bener Meriah dan Aceh Tengah,  serta masyarakat kedua kabupaten bersaudara dan serumpun, serta anggota DPR RI H. Ir. Tagore Abubakar.(Putra Mandala/Ihfa)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.