Syarkawi “ Rakyat Aceh Bangun Masjid Di Palu Karena Panggilan Jiwa”

By on Thursday, 14 February 2019

Palu| Lintasgayo.com– “Rakyat Aceh dengan tulus membantu pembangunan masjid Palu, Sulawesi Tengah, karena panggilan jiwa dan dikuatkan dengan aqidah,” sebut Tgk. Syarkawi, Plt Bupati Bener Meriah yang mendampingi Plt Gubernur Aceh, saat dilakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

“ketulusan rakyat Aceh dijawab rakyat Palu dengan memberikan penghargaan yang tinggi, bukan hanya meminta Plt Gubernur Aceh untuk meletakan batu pertama pembangunan, namun menambah Aceh di ujung nama masjid,” sebut Syarkawi, menjawab Dialeksis, Kamis (14/2/2019), via selular.

Acara peletakan batu pertama ini merupakan inisiasi dari pemerintah dan masyarakat Kota Palu. Mereka  mengundang Gubernur Aceh untuk melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Jami’ Nur Hasanah Aceh.

“Suatu kehormatan bagi kami atas kesediaan Plt Gubernur Aceh dan beberapa kepala daerah dari Aceh untuk melakukan peletakan batu pertama Masjid Jami’ Nur Hasanah Aceh ini. Sebagai wujud rasa terima kasih kami kepada pemerintah dan masyarakat Aceh yang telah memberikan bantuan pembangunan masjid ini, maka kami sematkan nama Aceh setelah nama masjid ini,” kata Dr. Hamdan Rawandio, selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Rabu (13/02/2019).

Plt Bupati Bener Meriah Sarkawi ikut mendampingi Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, mengakui terharu saat dia mengaduk semen dan meletakan batu untuk Masjid Jami’ Nur Hasanah Aceh di Kelurahan Pengawu, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah dan masyarakat  Aceh, menurut Nova Iriansyah, telah mengumpulkan dana kurang lebih Rp. 3.3 miliar.  Bantuan itu merupakan bentuk cinta dan kasih sayang seluruh unsur lapisan masyarakat,  Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota, perusahaan, organisasi, dan perorangan  bantuan perorangan.

Tgk Syarkawi turut mendampingi Plt Gubernur Aceh bersama dengan wakil Bupati Pidie, Fadlulah TM Daud, Walikota Sabang, Nazaruddin, serta beberapa pejabat dari Aceh lainya. Rombongan dari Aceh juga menyempatkan diri melihat masjid yang terapung di pinggir pantai Palu, dimana masih berdiri, walau bagian pondasinya sudah hancur diterjang ombak.

“Musibah itu sudah menjadi sunnatullah, datangnya tidak diduga dan tak mampu ditebak manusia. Kali ini saudara kita tertimpa musibah, sebagai manusia kita berkewajiban saling membantu, apalagi mereka muslim, sudah seharusnya kita bersama sama membangun masjid yang rubuh ini,” sebut Syarkawi. (Dialeksis.com)

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.