Pupuk Mahal Tapi Harga Tidak Stabil, Petani di Bener Meriah Babat Tanamanan “Sop” Miliknya

By on Saturday, 22 September 2018

Redelong |lintasgayo.com – Salah seorang petani blang kucak, kecamatan Wih Pesam harus rela mengorbankan tanaman sop nya dengan cara dibabat selebar 1 Rante setengah. Petani palawija ini mengeluh akibat cuaca dan harga jual menurun dan disambut harga pupuk yang tidak bersahabat 19/9/2018.

 

Suhadan aman Bengi anggota GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Reje Kemala Blang Kucak  kepada lintasgayo.com, minggu  22/9/2018 mengaku membabat tanaman Sop miliknya karena terbentur dengan harga yang tidak sesuai.

Menurutnya  banyak para petani di wilayahnya mengeluh karena harga jual dengan harga pupuk untuk kebutuhan tanaman tidak Stabil.

“Sewaktu petani mulai menanam harga sangat tinggi tetapi setelah datang masa panen tiba tiba harga anjlok, ini sangat mencekik petani” ujar Aman Bengi

“Dalam situasi seperti ini para petani mau mengatakan apa, dan mengadu kepada siapa, untuk harga tanaman sop saat ini per kg hanya dibeli Rp. 5000 sementara tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari, apalagi para petani mempunyai tanggungan, Biaya masuk sekolah cukup tinggi, tanaman palawija lainnya juga seperti harga Tomat, kol, kentang, cabe dan tanaman yang lainnya hampir sama semua” keluh Suhadan

 

Aman Bengi berharap ada inisiatif  intansi terkait untuk menangani masalah ini, “kenapa harga beli  terhadap tanaman dari para petani selalu murah, sementara nilai jual keluar cukup tinggi, kalau terus terusan seperti ini bisa petani Holtikultura enggan untuk melanjutkan untuk menanam sebut” Aman bengi’ (Putra mandala/Ihfa)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.