Asrama Gayo Terlantar, Musara Gayo Medan Lumpuh (Bagian II)

By on Sunday, 12 August 2018

Alwin Alpina, ST. Dok: ist

Oleh: Alwin Alpina, ST

Bercerita tentang sebuah organisasi tak pernah ada habisnya, karena sebuah organisasi memiliki kepentingan yang sangat strategis bagi manusia dalam berserikat dan berkumpul untuk mencapai tujuan bersama, organisasi yang sehat tergantung pada pengurus dan anggota nya yang menjalankan amanah dari organisasi tersebut, tentunya sudah pasti di atur dalam AD/ART nya.

Organisasi MUSARA GAYO Medan.
Salah satu organisasi Paguyuban di kota Medan yang berasal dari tanah Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah) yaitu Musara Gayo yang sudah berevolusi namanya dari nama KGAT ( Keluarga Gayo Aceh Tengah) yang bertujuan untuk saling mengeratkan tali persaudaraan antar warga masyarakat Gayo yang berdomisili di kota Medan dan sekitarnya.

Organisasi Musara Gayo lahir dalam rangka Mewujudkan kesatuan dan persatuan sesama orang Gayo di Perantauan serta
meningkatkan kekompakan dan kebersamaan, mengembangkan kegiatan sosial kemasyarakatan dan Agama serta mengayomi Kemahasiswaan/Pemuda.
Setidaknya ada tiga unsur utama dalam organisasi MUSARA GAYO medan yaitu:
1). adanya sekelompok orang
2).adanya hubungan kerjasama antara orang-orang tersebut
3).adanya tujuan bersama yang ingin dicapai.

Musara Gayo Sudah Lumpuh.

Tak bisa dimungkiri keberadaan organisasi paguyuban Gayo di Medan, kondisi hari sudah vakum, bisa dikatakan sudah Lumpuh alias Sakit.
Salah satu indikator nya persatuan dan kesatuan yang semakin rapuh, silaturahmi yang kurang dan persaudaraan Gayo yang semakin menipis. Eronisnya, lemahnya Saling membantu dan tolong-menolong sesama
Urang Gayo ( Alang Tulong Beret Bebantu) yang hari ini sangat di idamkan oleh masyarakat Gayo di Medan.

Asrama Gayo Terlantar.

Salah satu aset orang Gayo di Medan adanya Asrama Gayo, yang sudah lama berdiri kisaran Tahun 60 an. Ribuan alumni sudah pernah tinggal di asrama kebangaan orang Gayo, yang Dulunya KGAT, yang berfungsi sebagai tempat penginapan bagi Pelajar/Mahasiswa dan juga persinggahan bagi Masyarakat Gayo dari daerah.
Asrama juga di jadikan ajang tempat belajar bagi mahasiswa, berkumpul nya Aktivis Kampus dan juga ajang latihan kesenian Daerah. Kehebatan asrama dulu
hari ini berubah 180 derajat, membuat terluka hati kita dengan kondisi asrama yang sudah 2 tahun di telantarkan oleh Organisasi yang namanya MUSARA GAYO.

Lahirnya Tim Peduli Asrama Gayo Medan.

Para alumni Asrama Gayo dalam persoalan ini terpanggil jiwa dan raganya melakukan penggalangan dana dan membuka Group WA pada tanggal 18 Maret 2018 atas nama Tim Peduli Asrama Gayo Medan yang berkomitmen dan berupaya sekuat tenaga mengembalikan kemegahan asrama yang dulu pernah jaya, walaupun harus mengutip uang Recehan untuk Asrama Gayo.

Menurut hitungan mahasiswa teknik Gayo di Medan membutuhkan anggaran Rp. 150.000.000,- untuk perehapan Kusen, pintu, jendela, dinding, Plafon, Cat luar dalam, Biaya Listrik dan Air.

Saran orang tua kita di Medan Pak Amin, yang tinggal di samping Asrama, beliau menyarankan prioritaskan dulu pembagunan Pagar, sebagai pelindung pertama dari gangguan preman yang merusak bagian fisik bangunan asrama.
Biaya pembangunan Pagar depan asrama, masih informasi dari pak Amin Medan, Beliau sampaikan total anggaran pembuatan pagar sejumlah Rp.8.800.000,- sudah termasuk ongkos Tukang, saldo yang kita kirim bulan lalu Sejumlah Rp. 4.800.000,-kita masih terhutang Rp. 4.000.000,-. Alhamdulillah pekerjaan Pagar sudah siap 100 persen, tinggal sisa hutang yang belum kita transfer.

Kita berharap pada temen-temen Alumni, Masyarakat dan PEMDA Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah agar dapat membantu Pendanaan untuk pembangunan asrama kita.

* Penulis merupakan alumni ITM Medan, saat ini berdomisili di Hakim Wih Ilang

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.