Meninggalnya Penggali Drainase di Pendere Saril Didalami Polisi

By on Saturday, 3 March 2018

TAKENGEN (Waspada): Meninggalnya penggali parit di Pendere Saril, Bebesen, Aceh Tengah, akibat tertimpa longsoran turap, hingga kini masih menjadi pembicaraan publik. Proyek drainese dengan anggaran milyaran rupiah ini, masih menuai masalah.

Sebelumnya warga disana  sudah menyampaikan keluhanya, akibat suplai air bersih yang    bermasalah, setelah pipa air banyak yang rusak akibat galian. Demikian dengan persoalan ganti rugi tanah, sampai kini masih dipersoalkan warga.

Proyek yang dikerjakan PT NK & PT. Ketiara ini walau sudah mendapatkan protes warga  soal air bersih dan persoalan tanah, namun persoalan itu belum diselesaikan. Saat dilakukan penggalian, pengerjaan proyek itu mengalami musibah, Kamis (1/3), menimpa penggali parit, satu meninggal dan satu lagi dilarikan ke RSU Datu Beru Takengen, karena mengalami patah tulang paha kiri.

 Korban yang meninggal,  Rasidah, 60, merupakan penduduk Mongal Kecamatan Bebesen, sedangkan yang mengalami patah tulang, Ahmadi, 25, penduduk Timangan Gading, Kebayakan. Para korban, menurut perusahaan yang melakukan pembuatan drainase di Jalan Takengen- Isaq ini, akan  mendapat perhatian perusahaan. Keluarga korban yang meninggal sudah mendapat santunan senilai Rp 25 juta dan korban yang sakit akan diberikan biaya pengobatan.

Namun soal air untuk kebutuhan warga dan persoalan ganti rugi tanah, masih sulit didapat keterangan dari pihak perusahaan. Waspada yang sudah berulang kali menelpon Bambang, penanggungjawab proyek PT Ketiara yang merupakan sub dari PT NK, sangat sulit diminta keteranganya.

Telpon tidak dianggkat, namun ketika di SMS, Bambang menyatakan permintaan maafnya karena lagi sibuk, nanti satu jam lagi akan dihubungi. Namun dua jam berselang dari balasan SMS Bambang, kembali Waspada menelponya, namun tetap tidak diangkat, demikian juga dengan SMS tidak ada balasan.

Didalami

 Polres Aceh Tengah yang menagani kasus  itu, masih mendalaminya. “ Kita akan dalami kasus ini,” sebut Kapolres Aceh Tengah AKBP. Hairajdi, melalui Kasat Reskrim AKP. Fadilah, ketika dikonfirmasi Waspada, Sabtu ( 3/3) sore. “ Pihak keluarga mengangap kasus ini sebagai musibah, mereka ihlas,” sebut Fadillah.

Apakah Polres Aceh Tengah akan menghentikan penyelidikan, bila pihak keluarga sudah mengihlaskan? Apakah tidak ada unsur kelalain dalam persoalan ini? “ Bisa saja ada unsur kelalaian dalam kasus ini. Kita akan mendalaminya, apakah pengerjaan proyek drainase ini sesuai dengan SOP? Semuanya akan kita pelajari,” kata Fadillah.

“Berikan kami waktu untuk mendalaminya, nanti akan kami sampaikan bagaimana perkembangan selanjutnya,” sebut Kasat Lantas, yang juga mengakui sudah mengumpulkan sejumlah keterangan dari lapangan.  Pengerukan parit ini menjadi perhatian publk, apalagi setelah adanya insiden. Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, juga turun langsung mengecek lapangan paska musibah yang menimpa dua korban penggali parit ini. ( Bahtiar Gayo/Ihfa)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.