Koordinator Honorer Bener Meriah Pertanyakan Penyisipan Guru Diluar Seleksi

By on Saturday, 3 March 2018

Idawati Koordinator Aliansi Honorer Bener Meriah. (Foto Dok Pribadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Redelong|Lintasgayo.com – Koordinator Aliansi Honorer Bener Meriah, Idawati mempertanyakan penambahan guru kontrak diluar jalur seleksi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah.

“Saat ini ada sekitar seratusan orang guru honorer yang dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah untuk ditempatkan sebagai guru kontrak di beberapa sekolah. Mereka yang dipanggil adalah guru honorer yang tidak lulus seleksi guru kontrak beberapa waktu lalu.” Kata Idawati melalui rilis yang dikirim ke redaksi Lintasgayo.com, Sabtu (03/03/2018).

Dalam rilisnya, Idawati mempertanyakan atas dasar apa kebijakan tersebut dilakukan. Sedangkan seleksi guru kontrak sudah dilakukan. Lalu mengapa masih ada penerimaan guru kontrak secara tertutup setelah itu.

“Kenapa sekarang ada lagi penerimaan guru kontrak secara tertutup? Sedangkan kita ketahui bersama bahwa seleksi guru kontrak sudah pernah dilakukan?.” Ujarnya

Lebih lanjut, Idawati mempertanyakan keriteria guru kontrak yang dipanggil langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah.

“Ada honorer yang perolehan nilainya pada saat seleksi lebih tinggi dan masa kerjanya juga lebih lama, tapi tidak dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan. Sedangkan dari beberapa mereka yang dipanggil memiliki nilai dan masa kerja yang lebih rendah. Kenapa hal seperti ini bisa terjadi?” Tanya Idawati.

Idawati juga menyatakan bahwa banyak guru kontrak yang disisipkan ditempatkan untuk mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai bidang studinya.

“Menurut penelusuran yang kami peroleh di lapangan, guru kontrak yang disisipkan mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ada guru bidang studi Matematika yang ditempatkan sebagai guru pengajar Kesenian.” Kata Idawati. (Rel/ihfa)

Baca Juga:

Kadis Pendidikan BM ” Tidak Ada Sisip Menyisip Guru”

Comments

comments

One Comment

  1. Riandi

    Sunday, 4 March 2018 at 11:09 am

    Tuduhan yang berdasarkan kurang informasi hahahah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.