Kampus Gajah Putih Terancam Amblas

By on Saturday, 24 February 2018

Genting Gerbang | Lintasgayo.com-  Kampus Gajah Putih yang baru saja selesai dibangun dan belum dipergunakan, terancam amblas dilarikan air. Lokasi  kampus di Genting Gerbang, Kecamatan Silih Nara ini, ada dua titik tanahnya sudah turun ke jurang.

Pantauan Lintasgayo.com yang berkunjung ke lokasi kampus ini, Jumat (23/02/2018) sore, terlihat ruas jalan yang melingkari kampus yang baru dibuat  ini tidak bisa dilalui dengan kenderaan. Ada dua titik di jalan melingkar kampus ini yang amblas.

Semen jalan lingkar ini sudah patah dan turun, hanya menunggu waktu dilarikan air ke dasar jurang yang kedalamanya mencapai lebih dari 50 meter. Bila kita masuk dari pintu kampus, ke arah ruas jalan lingkar sebelah kiri di bagian barat, nampak jalan lingkar yang retak, sudah ditambal dengan semen.

Kini jalan yang  sudah ditambal semen itu, hanya berkisar 4 meter dari gedung utama  juga sudah patah dan amblas.  hanya tinggal menunggu waktu turun ke jurang ( kekawasan Tempat Pembuangan Ahir (TPA) sampah  Uwer tetemi). Sementara di bagian belakang gedung (sebelah  utara) kondisinya sama parah.

Demikian dengan jalan lingkar dibagian utara ini selain patah dan amblas, kayu kayu balok yang dibuat untuk penahan timbunan tanah (turap), juga sudah banyak yang dilarikan air. Terlihat dasar tanah yang kedalamanya mencapai 50 meter berserakan lumpur yang dilarikan air, bersumber dari area lokasi kampus.

Kampus yang tidak ada perumahan penduduk di dekat lokasi ini, bagaikan area jin buang anak.  Pegunungan area kampus ini terlihat sepi. Kampung Genting Gerbang, berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kampus. Di sepanjang jalan antara kampus dan pemukiman penduduk Genting Gerbang, ada beberapa unit kerajinan tangan masyarakat dalam mengolah tanah liat untuk dijadikan batu bata.

 Sementara pada bagian barat kampus, persis dibawahnya dengan ketinggian sekitar 50 meter, merupakan TPA sampah Uwer Tetemi yang sempat sebelumnya PR Pemda Aceh Tengah, karena warga sekitar menolak lokasi ini dijadikan TPA sampah.  Sebelah Uwer tetemi yang dibatasi dengan sungai, merupakan kampung yang sangat indah di pandang mata, Kampung terang Engon.

Di area kampus ini terlihat beberapa pekerja yang masih melakukan aktifitas penyempurnaan bangunan utama kampus ini.  Bangunan ini terlihat megah dan indah, namun ada dua titik tanahnya yang sudah amblas. Menurut petugas di sana, terjadinya longsor di ruas jalan lingkar kampus ini, dua hari yang lalu, karena derasnya guyuran hujan. (LG 03)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.