“Terbuai” Rp 350 Juta Lenyap

By on Friday, 12 January 2018

Takengen | Lintasgayo.com –  Seorang mantan karyawan salah satu bank di Aceh Tengah “dibuai” dengan iming iming, ahirnya uang yang baru diambilnya di bank senilai Rp 350 juta lenyap dilarikan sang “penghiptonis”.

Spontan berita hilangnya uang senilai Rp 350 juta disebut sebut karena kekuatan hiptonis, menjadi pembahasan hangat. Namun pihak kepolisian yang sudah menerima laporan Damai, 60, warga Tetunyung itu, menilainya sebagai penipuan.

“Kami tidak bisa memastikan ini dihipnotis. Ini penipuan, korban dibujuk oleh pelaku dengan iming iming, akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari nilai uangnya, ahirnya uangnya dilarikan pelaku,” sebut Kapolres Aceh Tengah AKBP. Hairajadi, melalui kasat reskrim AKP. Fadillah, ketika diminta keteranganya oleh Pers, Jumat (12/1/2018).

diduga pelaku hipnotis yang fotonya sudah tersebar di dunia maya

Menurut Fadillah,  kronologis kejadian itu, bermula ketika pelaku kejahatan ini bertemu dengan korban di salah satu warung kopi. Saat itu pelaku menanyakan sebuah CV kepada korban, namun korban menjawabnya tidak tahu.

“Kemudian datang rekan pelaku  yang menawarkan pekerjaan kepada pelaku. Namun pelaku (terlapor) menyebutnya sudah ada pekerjaan. Ketika saya menjadi buruh kasar diBelang Kejeren, saya menemukan batu delima,” kata pelaku kepada temanya.

Sementara korban hanya mendengarkan saja.  Mendegar kata kata batu delima, teman pelaku ini terkajut dan menanyakan apakah kamu akan menjualnya? “ Ya saya akan menjualnya Rp 300 juta,”

Kemudian teman pelaku ini ,menelpon temanya yang mengatakan batu delima asli sudah ada. Dari jawaban itu, disebutkan batu itu akan dibeli senilai Rp 600. Juta. Korban saaat itu diam. Kemudian si penelpon  menanyakan kepada korban apakah punya uang senilai Rp 300 juta untuk membayar batu delima itu, dan setelah datang pembeli untungnya Rp 300 juta akan dibagi dua.

Kemudian pelapor (korban) menarik uang depesitonya senilai Rp 350 juta, uang itu diserahkan pelapor kepada pelaku (terlapor) kemudian mereka dengan menggunakan mobil milik korban , mereka menuju masjid umah opat untuk melaksanakan shalat sukur bergantian.

Giliran korban  shalat sukur, saat itulah pelaku melarikan diri. Pelapor merasa dirugikan dan uangnya hilang atas dasar itulah korban mengadukan masalahnya ke kantor polisi Aceh Tengah, sebut Kasat Reskrim.

Pihaknya sudah mengumpulkan bukti bukti, termasuk rekaman cctv di salah satu bank, tempat korban mengambil uang. Dari rekaman ini, korban menyebutkan pelaku turut membantu dirinya memasukan uang dalam kantong kresek.  (LG 01)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *