Yuni Wanita Tangguh Di Gayo Jadi Juru Parkir

By on Tuesday, 26 December 2017

Demi kelanjutan pendidikan sibuah hati, wanita ini ihlas jadi tukang parkir. Dia tidak mau menjadi pengemis, mengharapkan belas kasihan. Namun dia mau mendidik anaknya dengan tetesan keringat dan halal.

Setiap hari dengan baju rompi khas, ditemani pluit, wanita warga Kampung Lemah, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah ini, terlihat hilir mudik di seputar lapangan Sanggamara Kodim 0106. Senyum khas dari Yuni, begitu nama yang ditabalkkan orang tunya kepadanya, sering tersungging di bibirnya.

“kami butuh makan dan menyekolahkan anak anak. Bagi saya menjadi juru parkir adalah pekerjaan mulia. Jauh lebih mulia dari pada menjadi pengemis,” sebut Yuni, ketika ditemui disela sela kesibukanya mengurus kenderaan di Jalan sengeda, di seputaran Mes Kodim 0106.

Dari penghasilan tetesan keringatnya yang mengandalkan peluit, Yuni bisa membantu suaminya, untuk menyekolah buah hatinya. Yang paling besar baru duduk di PAUD. Lelahnya sejak pagi pukul 09.00 WIB sampai sore jam 18.00 WIB, sebagain bisa disisihnya untuk tabungan, sebagian lagi buat keperluan sehari hari.

Yuni sudah dua tahun melakoni pekerjaan sebagai juru parkir. Ternyata di sana dia tidak sendiri, namun ditemani sang suami, Budi. “ Istri saya juga menjadi tulang punggung keluarga, selain saya yang juga sebagai juru parkir,” sebut Budi  saat ditanya media ini.

Dua sejoli itu menikmati uang recehan yang kumal. Uang itu terkumpul setiap harinya. Walau kadang terik matahari dan guyuran hujan mereka lalui bersama. Dari hasil keringat mereka satu hari bisa dikumpulkan antara Rp 100 ribu sampai  Rp 200 ribu.

Wanita tangguh ini sudah menunjukan tekad dan semangatnya untuk memperbaiki nasip. Dia rela berpanas dan guyuran hujan demi uang recehan. Namun pekerjaan itu lebih mulia dilakoninya daripada menggantungkan hidup pada belas kasihan orang sebagai pengemis. ( Red LG/ Kayu Kul).

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *