Jiwa Muda Anti Korupsi

By on Saturday, 9 December 2017

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman terutama budaya dan potensi alam yang melimpah ruah, sesuburan tanah dan banyaknya kekayaan laut yang tak pernah habis. Namun, kondisi ini sangat memprihatinkan dengan tingginya angka kemiskinan yang membuat kehidupan masyarakat masih jauh dari kata sejahtera dan makmur. Bukan hanya kemiskinan yang terus melanda negara dan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, permasalahan sosial yang terus dan masih melekat pada budaya bangsa kita seperti masih menjamurnya tradisi budaya korupsi.

Korupsi yang dilakukan oleh para koruptor tergambar pada dana yang besar dikerahkan baik itu pada lembaga negara, daerah bahkan kini dengan hadirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Desa, dana mulai mengalir langsung ke desa dengan jumlah yang besar ada yang miliyaran dan ratusan juta.

Terkadang dengan dana yang besar, para penyelenggara pemerintahan tidak mampu atau masih lemah pengetahuan dalam pengelolaan dan pengalokasian dana tersebut. Rendahnya pengetahuan para pemimpin terutama atas kejujuran dan tanggung jawab terhadap pengalokasian. Jadi, selama ini program apa yang dilakukan pada pemerintah dengan uang yang begitu besar? Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita. Bagaimana kemajuan dan kesejahteraan negara kita dengan dana desa?

Ketidakmampuan dalam pengalokasian dana akan dapat berpotensi pada tindakan yang sangat-sangat merugikan negara dan berakibat pada penyelewengan alokasi dana. Penyelewengan seperti korupsi, akhir-akhir ini kita terus mendengar kasus-kasus korupsi yang dilakukan para pejabat negara. Padahal agama kita telah melarang kita melakukan perbuatan buruk ini.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 188, yang artinya: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahuinya.”

Telah jelas dinyatakan pada ayat tersebut bahwa memakan harta milik orang lain itu adalah perbuatan dosa. Bukan berarti mereka yang melakukan korupsi tidak mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah hal yang salah. Ini disebabkan karena lemahnya iman yang mereka miliki dan tidak terlalu memikirkan kehidupan akhirat. Apa mereka tahu begitu kejam tindakan mereka?

Melihat fenomena korupsi yang kian hari semakin mencekam bangsa kita. Kata korupsi yang selalu terdengar di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Mendengar kata yang tidak asing lagi dari kehidupan kita. Suatu fenomena yang terlihat begitu miris dan terus-terusan meningkat. Mendengar kata korupsi kita akan terbayang dengan begitu banyaknya uang yang diambil. Ini adalah kerugian besar bagi negara kita. mereka para tikus-tikus negara yang terus berjalan berusaha mengambil kertas-kertas negara.

Betapa menyedihkan bukan? Indonesia yang menjadi negara kebanggaan kita, kini telah tergoreskan di mata dunia. Kasus yang terus mengganggu dan menghambat bangsa untuk terus maju. Kasus yang telah mencoreng nama baik daerah atau desa. Terlihat begitu banyak desa yang terus dilakukan penyelidikan terhadap pengalokasian dana desa.

Berdasarkan pantauan ICW (Indonesia Corruption Watch) tentang praktek korupsi anggaran dana desa yang ditangani sejak 2016 hingga 10 Agustus 2017, telah ditemukan 110 kasus korupsi. Dalam jumlah 110 kasus korupsi tersebut diduga terdapat 139 orang pelaku. Berdasarkan data yang dirilis ICW, dari segi aktor, 107 dari 139 pelaku merupakan kepala desa. (Tribunnews.com, 11/8/17).

Akan tetapi, bukan berarti semua penyelenggara negara baik itu tingkat atas dan tingkat bawah terjerat kasus korupsi. Setidaknya ada beberapa terutama pemerintah desa yang telah menjadi koruptor resmi yang merugikan orang lain dan negara. Kalau begini terus, Kapan Indonesia akan maju?

Dalam peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia ini, pada tanggal 9 Desember merupakan moment yang sangat penting untuk merefleksikan diri untuk menumbuhkan jiwa semangat serta tekad yang bulat untuk membantu lembaga negara kita, KPK dalam memberatas korupsi dan kembali membangkitkan Indonesia agar terus bangkit dari kasus korupsi. Ciptakan pemuda bangsa yang memiliki rasa dan jiwa yang optimis dalam pemberantasan korupsi.

Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati rampasan hasil korupsi. Sebagai contoh, ketika berkendaraan dan ditilang pada perjalanan, kita sebagai pemuda yang kuat dan memiliki moral yang tinggi harus mampu untuk tidak menyuap polisi, tidak menyogok aparatur negara dalam mempercepat urusan pelayanan, dan lain sebagainya. Namun jika ini memang dapat dilakukan dan dihindari oleh para anak muda bangsa maka kekuatan ini akan menjadi penghalang utama bagi koruptor.

Pemuda yang merupakan anak bangsa yang akan menjadi modal untuk memajukan bangsa kita ini. pemuda lah yang kelak akan membasmi penyakit kronis “korupsi” yang terus merajalela di negeri kita. Pemuda sebagai penggerak kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Pemuda sangat butuh pendidikan yang mampu mengatasi korupsi di bangsa kita. Pendidikan yang merupakan salah satu upaya untuk dapat kita implementasikan agar korupsi dapat diberantas, karena dengan pendidikan akan ada penanaman karakter anti korupsi. Disinilah pemuda dapat mengambil peran dalam pemberantasan korupsi.

Oleh sebab itu, kita sebagai pemuda Indonesia, harus terus bangkit!! Bukan bangkit dari ketiduran, tapi bangkit dari kesadaran sendiri, moral, dan agama. kita generasi baru harus bisa mencegah korupsi jangan pernah mencontoh para koruptor yang lemah akan moral. Negara akan kacau jika generasi muda tidak ada rasa ingin bangkit dari ketiduran. Mari kita generasi muda siap untuk berantas Korupsi.

Ingat! Kata korupsi akan muncul karena dilakukan. Mari kita hentikan korupsi

Selamat menperingati hari Anti Korupsi

9 Desember 2017

Oleh : Fatmawati 

Penulis adalah : Mahasiswa UIN Ar-Raniry Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintah Jurusan Ilmu Administrasi Negera Asal

Alamat Kampung Pegasing Kecamatan Pegasing

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *