Ekspor Kopi Indonesia Capai 500 Ribu Ton

By on Monday, 27 November 2017

Lintas Gayo – Kopi Indonesia memiliki rasa dan aroma khas yang dapat memikat setiap penikmatnya. Buktinya, dalam perhelatan resepsi Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, kopi menjadi salah satu minuman yang disajikan.

Kopi yang disajikan tersebut adalah kopi Mandailing. Selain itu, kopi Indonesia lainnya juga sedang digandrungi di luar negeri. Bahkan, jumlah ekspornya mencapai hampir 500 ribu ton.

“Memang banyak diekspor (kopi Indonesia) dari kita kan memang total produksi kopi ada 700 ribu ton. Nah, hampir 500 ribu tonnya diekspor, sisanya dipakai di dalam negeri,” kata ketua dewan pembina Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Delima Hasri Azahari kepada media ini, Minggu (26/11/2017).

Secara umum, kopi dibagi menjadi dua kelompok besar yakni arabika dan robusta. Untuk harga, kopi arabika dinilai lebih tinggi dibandingkan kopi robusta, yakni sekitar US$ 6 per kilo. Sedangkan kopi robusta, US$ 3,5-4 per kilo.

“Arabika lebih tinggi, mungkin sekarang saya lupa US$ 6 per kilo. Kalau robusta US$ 3,5-4 per kilo,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Prahastuti juga mengamini ucapan Delima. Ia menyebutkan bahwa saat ini kopi Indonesia sedang banyak diminati oleh luar negeri.

“Kopi Indonesia termasuk Mandailing sedang banyak peminat dari buyer luar negeri. Karena rasa dan aromanya spesial. Ada kopi Gayo, kopi Kintamani, dan kopi dari Jawa Barat,” kata wanita yang akrab disapa Tuti ini. (detik.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *