Hesti Meminta Maaf, Kasat Lantas Sudah Memaafkan (1)

By on Monday, 13 November 2017

Hesti Siswi MAN 1 Takengen, saat berlangsung pertemuan dan Kasat Lantas AKP. Radhika. ( LG/ Khosy)

Takengen | Lintas Gayo-  Vidio Hesti yang menjadi viral di dunia maya, karena saat Hesti ditilang dia memberikan perlawanan. Menurut Hesti dia membela kebenaran, mengapa harus ditilang. Sikapnya menendang helm dan kasar kepada petugas menjadi berita hangat.

Pro dan kontra terjadi. Namun pada hari Senin (13/11/2017), Kasat Lantas Polres Aceh Tengah datang ke MAN 1 Takengen untuk meluruskan persoalan. Semula Kasat Lantas AKP. Radhika Angga yang akan menjadi inspektur upacara, namun irup upacara diisi oleh Khalisuddin, alumni MAN 1 Takengen.

Usai upacara baru Kasat Lantas melakukan  pertemuan dengan siswa MAN 1 dan dialog hangat berlangsung. Dialog  berlangsung hingga  9.30 WIB yang kemudian dilanjutkan pertemuan di ruang kepala sekolah. Dalam kesempatan itu Kasat Lantas menjelaskan, dia memandang sisi fositifnya dari kejadian ini.

“Saya sedih, kasihan, kenapa ini bisa terjadi. Bila Hesti melakukanya dengan santun akan terasa indah. Berarti Hestinya akan sangat bagus bila dipoles dalam menyampaikan keinginanya. Saya menilai positif, bukan melihat negatifnya,” sebut Kasat Lantas.

Hesti

Dihadapan kepala sekolah Ihsan Fitra, dewan guru dan murid MAN 1 Takengen ini, Hesti mengungkapkan permintaan maafnya. “ Sikap saya yang tidak santun saya minta maaf. Namun yang saya lakukan adalah membela kebenaran. Karena kami sudah mendapat sosialisasi dari petugas Lantas, boleh membawa kenderaan tanpa SIM asalkan mematahui aturan lalulintas lainya,” sebut Hesti.

“Permintaan maaf itu sudah kami maafkan. Namun mintalah ampun kepada Allah dan sungkem kepada orang tua. Dengan Adinda meminta maaf kepada orang tua, adinda akan menghormati orang yang lebih tua,” sebut Radhika.

Namun soal persyaratan berkenderaan itu sudah diatur oleh negara. Negara melarang membawa kenderaan bila tidak dilengkapi persyaratan, termasuk SIM. Yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi sesuai aturan, kata Kasat Lantas.

Bagaimana kami kesekolah kalau tidak boleh berkenderaan?  Rumah kami jauh dari sekolah. Apakah Bapak polisi mau mengantar dan menjemput kami. Bersambung ( Khosy Nawar T/ Red LG)

 

berita terkait : Hesti (2)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *