Pro Dan Kontra Camping 100 Tenda Jadi Berita Hangat

By on Sunday, 20 August 2017

 

Takengen | Lintas Gayo- Acara  yang dikemas dalam event camping 100 tenda dipinggiran Danau Lut Tawar, Aceh Tengah, telah memunculkan pro dan kontra. Kegiatan yang dipusatkan pada malam Minggu (19/8/2017)  di Ujung Batu, Kampung Rawe, Aceh Tengah kini menuaikan kritikan.

Persoalnya, karena ada acara berjoget dalam camping itu, dan peserta lelaki dan perempuan bercampur, tidak dipisah. Foto/ video dokumen tentang “ joget” itu menyebar di dunia maya. Panitia dituding tidak menjaga adat istiadat Gayo (sumang) dalam kegiatan ini.

Padahal sebelumnya agenda itu berlangsung baik dan mulus.  Ada tarik tambang, juga dilangsungkan sesi tanya jawab seputar air Danau Lut Tawar, siapa yang mampu menjawab mendapatkan hadiah.

Setiap waktu shalat, dilaksanakan berjamaah, walau sebagian ada yang shalat sendiri. Bahkan Ahmadi Samar Kilang, Bupati Bener Meriah, bertindak sebagai imam shalat Magrib dan Isya. Ahmadi juga membawa keluarganya dalam acara camping 100 tenda ini.

Acara berlangsung hidmat sampai dengan pembakaran lampu neon ke udara. Disusul api unggun, kuis dengan hadiah baju, semuanya berjalan normal. Upaya promosi wisata yang dilakukan panitia, sampai dengan agenda ini berjalan mulus.

Usai acara kuis bagi hadiah ini, panggung utama yang menyiapkan musik “memainkan” peranananya. Menyuguhkan hiburan lagu nasional dan dareah. Saat musik itu menyentak, para muda mudi yang hadir di sana terbawa irama musik, mulai berjoged.

Mulailah aksi jogged itu menjadi sorotan publik. Foto dan video joget di camping 100 tenda ini menyebar di dunia maya, walau sebelumnya agenda untuk camping 100 tenda sudah dikemas dan sudah berlangsung dengan baik.

Spontan kegiatan berjoged itu menjadi sorotan pedas, banyak yang mengkaitkan dengan adat istiadat Gayo (sumang), serta negeri yang bersyariat Islam, kegiatan itu tidak pantas dilakukan.

Bagaimana acara ini bisa terjadi? Padahal sebelumnya semua agenda kegiatan, mulai dari shalat berjamaah, tarik tambang, bagi kuis, api unggun, pembakaran lampu neon, berlangsung hidmat dan sangat baik?

Wartawan Lintas Gayo. Com yang mengkonfirmasi ketua panitia Ridwan (Birah Panyang), di sela sela paking tenda menjelang bubar,  menjelaskan, pihaknya memiliki itikad yang baik untuk memperkenal wisata adat, alam dan budaya Gayo.

“Adanya joget, yang disebut sebut, memang ada. Itu hal biasa karena adanya musik, mungkin peserta larut, usai api unggun dinyalakan.  Gerekanya juga wajar. Itu juga berlangsung 15 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian peganan khas Gayo, berupa gutel,” katanya.

Lalu acara dilanjutkan kembali dengan pembagian hadiah kepada pemenang tarik tambang, serta kita kembali menikmati alam Gayo dalam agenda camping 100 tenda ini,” jelas Birah Payang.

Menurutnya, ke depan ini menjadi catatan untuk perbaikan. Tujuan kita untuk memperkenalkan wisata Gayo yang dikemas dalam satu paket, di sana adat, alam Gayo dan budaya,” sebutnya. (LG 03/ Kayu Kul)

 

berita terkait: Bupati Ahmadi Dan Keluarga Nginap Di camping 100 tenda

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *