Gerakan Rakyat Menggugat Desak Pemkab Gayo lues Batalkan Saman 10.001

By on Sunday, 16 July 2017

Gayo Lues- Lintas Gayo :Pergelaran tari saman 10,001 orang yang direncanakan akan dilaksanakan Tanggal 13 Agustus 2017 mendatang menuai protes dari GERAM (Gerakan Masyarakat Menggugat).

GERAM Merupakan perkumpulan dari mahasiswa dan masyarakat Gayo Lues, Mahasiswa tergabung dari beberapa daerah seperti, Medan,Jakarta,Takengon,Kuta Cane, Malang, Semarang dan Jogjakarta menuntut pemerintah kabupaten Gayo lues membatalkan pergelaran saman 10.001 orang. Geram menolak diselenggarakannya saman yang menghabiskan dana 10.8 Miliyar bersumber dari APBK 1,5 M, APBA 600 juta dan Dari Dana Desa Mencapai 8.7 M. (16/07/2017).

Adapun Rincian pergelaran dari dana desa perkecamatan sebagai berikut :

  1. Kecamatan Putri Betung Rp. 563.600.00
  2. Kecamatan Pantan Cuaca Rp. 514.775.000
  3. Kecamatan Blang Pegayon Rp.503.460.000
  4. Kecamatan Blang Jerango Rp. 798.805.000
  5. Kecamatan Tripe Jaya Rp. 62.7000.000
  6. Kecamatan Pining Rp. 431.965.000
  7. Kecamatan Dabun Gelang Rp. 669.000.000
  8. Kecamatan Kuta Panjang Rp. 831.000.000
  9. Kecamatan Blangkejeren Rp.2.151.300.000
  10. Kecamatan Rikit Gaib Rp. 583.160.000
  11. Kecamatan Terangun Rp. 1.151.030.00

“Kita tidak mempermasalahkan tari saman 10.001 orang, pada prinsipnya kita setuju, tetapi jangan memakai dana desa contohnya dari kecamatan Blangkejeren mencapai 2 M, ditambah lagi kecamatan yang lain, kita mengkhawatirkan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan RAB/RPJM akan menyulitkan kepala desa membuat pertanggungjawaban sehingga kepala bisa terjerat hukum sebut Dody Afrizal Koordinator Geram.

Pergelaran tari saman menelan terlalu banyak anggaran yang mencapai 10.8 M, sedangkan kondisi kabupaten Gayo Lues sekarang ini jauh dari kata layak contohnya RSU Umum kabupaten Gayo lues yang sering kehabisan air bersih, membutuhkan alat kesehatan yang lebih lengkap serta dibidang ekonomi dan pendidikan gayo lues adalah kabupaten termiskin se-Aceh, seharusnya pemerintah daerah lebih peka dengan keadaan kabupaten Gayo lues saat ini, jika perlu kita akan turun kejalan menolak saman 10.001 karena masih banyak yang lebih di prioritaskan dibanding saman ungkap Bolah mahasiswa asal jogjakarta. (lg.004)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *