Koperasi Fairtrade Santuni Anak Yatim Di Bener Meriah

By on Friday, 7 July 2017

Redelong | Lintas Gayo– Tiga koperasi yang bergerak dibidang perdangangan kopi  menyantuni 100 anak yatim piatu  yang berasal dari desa binaan mereka. Selain memberikan santunan, para anak yatim dilatih mencintai kopi dalam kebun warisan orang tua mereka.

Acara yang digelar di depan kantor Koperasi Permata Gayo (KPG) Jalan Syiah Utama no. 68 Bener Meriah ini, bukan hanya sebatas memberikan santunan untuk anak yatim, namun tiga koperasi ini juga menggelar halal bil halal yang sekaligus diisi dengan tausyiah.

Kegiatan yang dilangsungkan Kamis (6/7/2017) digagasi oleh tiga koperasi; Koperasi Permata Gayo (LPG), Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dan Koperasi Musara Pakat (KMP), selain dihadiri Muspika Kecamatan Bandar, juga turut hadir di dana hafids Alquran, Ustad Muhammad Zubair yang sekaligus mengisi tausyiah.

Menurut  Ir. Armia ketua AEKI Aceh yang juga Ketua Koperasi Permata Gayo, dalam sambutanya yang diwakilkan Afifuddin, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para koperasi yang sudah menjalankan perdagangan kopi dan premium fair-trade kepada anggotanya.

Kegiatan ini terselenggara dengan baik, setelah Djumhur Abu Bakar selaku Responshible Manager, menggagas dan menginisiasi program ini,  tema yang diambil “  Dengan semangat halal bi halal kita satukan pemikiran untuk mempererat tali silaturrahmi sesama anggota koperasi dengan semua pihak lain di Kabupaten Bener Meriah”.

Salah seorang pimpinan koperasi ini, Rizkani  ( ketua Koperasi Kopi Wanita Gayo) saat digelar minum kopi bersama dengan anak yatim ini, ketika ditanya menyebutkan, “Tujuan minum kopi bersama ini  merupakan sebuah nilai edukasi untuk para generasi Kopi Gayo khususnya kepada anak yatim,” sebutnya.

“ Para anak yatim ini   dapat merasakan langsung nikmatnya  kopi yang dihasilkan dari kebun milik orang tua mereka. Kedepan kita harapkan mereka tidak akan asing lagi dengan kopi sendiri dan dapat menjadi petani yang lebih mandiri. Pengenalan dini tentang kopi Gayo adalah kewajiban kita bersama, demi menjaga keberlanjutan dan keberlangsungan kopi dan petani kopi Gayo khususnya,” kata ketua KokowaGayo ini. ( Reje)

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *