Ironi, Diduga Tinggal Dikandang Ternak Balita Menderita Kekurangan Gizi

By on Wednesday, 22 February 2017

Takengen | Lintas Gayo – Miris, dua balita kakak beradik, Rabimah Bengi, 2,5 tahun dan M Isa, 7 bulan, warga Arul Kumer, Kec. Silih Nara, Aceh Tengah mengalami gizi buruk serta ringan dan dilarikan ke RSU Datu Beru Takengen.
Kedua balita buah hati Tuahdi ini, sudah dirawat di ruang anak RSU sejak 18 Februari 2017 lalu. Saat dilarikan ke RSU kondisinya memprihatinkan, HB Rabimah hanya 3,8 sedang HB M Isa, 1,8 dengan berat badan di bawah normal.
Informasi dihimpun, keluarga kedua penderita gangguan gizi buruk ini hidup dalam kondisi berekonomi lemah. Mereka tinggal menumpang di salah satu rumah warga di Arul Kumer. Lain itu keluarga ini juga disebut-sebut tinggal di bekas “kandang” ternak warga.
Hardi Yanis, Direktur RSU Datu Beru Takengen, saat dikonfirmasi, Rabu (22/02/17) via seluler membenarkan adanya dua anak asal Arul Kumer mengidap gizi buruk dan hingga kini sedang ditangani secara medis.
Terpisah, Kadis Kesehatan Aceh Tengah, Sukri Maha saat dimintai keterangannya menyebutkan, satu dari dua pasien tersebut (Rabimah) merupakan pasien lama yang sebelumnya telah ditangani oleh pihaknya. Sementara M Isa, masuk dalam status kasus baru penderita gizi ringan, menderita anemia dengan HB rendah.
“Sebelumnya kami bersama dinas sosial sudah berkunjung dan memberikan bantuan ke rumah pasien. Status Rabimah masih dalam pantauan kami. Sedang adiknya mengalami gizi ringan dan bobot badannya 6,5 kg. Laporannya sudah saya terima,” sebut Sukri.
Menurutnya, untuk menangani kasus gizi buruk, pihaknya juga telah melakukan pemberian makanan tambahan (PMT). Tindakan itu dilakukan sebagai upaya membantu pasien dari gangguan gizi buruk.
“Ada beberapa proses dilakukan untuk menanggani kasus ini, seperti; upaya menurunkan status penderita dari gizi buruk (berat) ke sedang, kemudian ke ringan sampai tahap pemulihan. Sedang, penderita gizi buruk ini juga harus mendapat obat dan penanganan tertentu dari bidan atau dokter spesialis anak,” ungkapnya.
Sukri Maha melanjutkan, sejak 2015-2017 tercatat sudah 5 warga di Aceh Tengah mengalami gizi buruk. Guna mengerem laju grafik kasus ini, pihaknya juga telah melakukan penyuluhan ke masyarakat. (Leuserantara.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *