Berharap Takut ; Entahlah Biru Melingkar

By on Wednesday, 22 June 2016

Yofiendi Indah Indainanto

Oleh : Yofiendi Indah Indainanto

Mata yang membuka cakrawala dunia
Mata yang mengajarkan arti kebesaran
Mata yang memberikan warna-warni ciptaan
Mata yang mengarahkan pandanganaran
Mata yang menghindarkan dari malapetaka

Kaki yang membuka dari kediaman
Kaki yang mengjarkan arti perputaran
Kaki yang meberikan harapan dari diam
Kaki yang menapak untuk menempatkan pijakan

Tangan yang mengayun tubuh agar tidak letih
Tangan yang mengawali persahabatan
Tangan yang memberikan vitamin semangat kedalam tubuh
Tangan yang merubah keadaan menjadi pertanda

Hati yang mengawali semua pergerakan
Hati yang menayakan keyakinan sesungguhnya
Hati yang berjuang membedakan hitam dan putih
Hati yang memberikan cinta dalam perjuangan

Dalam perputaran dunia yang serba tak menentu
Dalam pertarungan drama yang mencari alur cerita
Dalam menghadapi alur yang tak terdekteksi
Dalam bingkai yang membelengu pikiran

Disitulah petualangan sedang berlangsung
Disitulah angan dan hayalan menguji hati
Disitulah daku menunjukan eksistensi
Disitulah daku menguji ketidak mutahiran

Terbangun dari peraduan
Negeri hayalan dan negeri harapan
tempat ku bermimpi dan mengatur sekenario untuk diriku sendiri
Bingkai mimpi yang tersusun rapi seperti rak buku di perpustakan

Dengan harapan itu akan menjadi kenyataan
Lalu ku bergegas dan meyiapkan hati dan membuka mata untuk membuka cakrawala itu

Walu pun hati selau bertanya-tanya
Pikiran yang selalu memberikan rasa ketakutan yang teramat
Dengan berbagai pertimbangan yang kosong itu
Entah kenapa rasa takut ku menghalangi ku pada kebebasan
Kebebasa yang dinantikan dalam diri ini

Benar bahwa mimpi tidak akan terjadi jika tidak terjadi gelap terlebih dahulu
Tapi entah sampai kapan gelap akan selalu menghantui

Ku bingung di mana ku harus melepaskan ketakutan
Ku bingung di mana ku mengadu
Rasa hina dan selalu ketakutan membuat ku takut untuk mengadu
Ku bingung dengan hati yang selau takut dengan kegelapan

Jika ku bisa menenteskan air mata untuk melepaskan ketakutan
Maka akan kulakukan, tapi ketakutan itu selalu muncul dalam setiap tetes
Ku pijakan dan menapak kebumi untuk menghindari rasa takut
Dengan harapan tapak ku tidak sama dengan tapak sebelumnya
Ku ulurkan tangan untuk menarik energi dari orang lain
Dengan harapan energi itu selalu membawa energi positif
Ku buka mata lebar-lebar untuk menikmati indahnya cipatan sang Penguasa alam
Dengan harapan akan selau terbayang – banyang keindahan bumi yang ku pijak
Ku kuatkan hati untuk meyakinkan putih dalam dominasi hitam
Dengan harapan akan tercipta bumbu-bumbu kebaikan
Yakin dalam harapan super dewa
Dalam diam ku menikamti kedamaian
Dalam terang ku menikamati cahaya yang menyamar
Dalam sendiri ku menikmati rasa kebebasa
Dalam tawa ku menikmati rasa keindahan
Dalam keyakinan ku menikamati rasa kepercayaan
Seuatu ketika rasa takut ini akan beralasan
Dengan kebahagian dan kedamaian yang telah di janjikan
Di janjikan oleh sang Pencipta
Sungguh manusia yang membingungkan
Dalam bingkai biru melinggkar

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *