“ Si Muda “ Fauzi” Calon Bupati Gayo Lut

By on Wednesday, 13 April 2016

ozi1Ketika jemari tanganya memainkan gitar, mereka yang melihatnya berdecak kagum. Raut wajahnya ‘tergolong ganteng, walau kurus dan jangkung. Penampilanya sangat sederhana. Dia masih muda, apalagi untuk hingar bingar politik di Aceh Tengah saat ini.

Namun ketika berbicara untuk kepentingan publik, apalagi menyangkut kepentingan rakyat banyak untuk daerahnya, ahli fotografi ini akan serius. Nadanya akan tinggi, bahkan kadang kala keras dalam memberikan statemen.

“Makanya negeri ini rusak, karena kita mengandalkan kepentingan, bukan mempertimbangkan untuk kebaikan rakyat,” sebut Fauzi. Kata-kata itu sering dilontarknya, bahkan ada kalanya dia bersitegang bila melihat ada keganjilan yang terjadi ditengah masyarakat.

Namanya Fauzi Ramadhan. Dia masuk dalam bursa meramaikan pertarungan Pilkada Aceh Tengah 2017-2022. Namanya populer di kalangan generasi muda, bahkan kalangan tua juga banyak simpati kepadanya. Dia “dipaksa” generasi muda untuk muncul sebagai kandidat bupati.

ozi 2Latar belakang pendidikanya ada  Ilmu sosial politik, walau sempat pindah kampus dari Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh. Konflik Aceh pada awal tahun 1998 membuat dia hijrah ke Medan untuk menyelesaikan studinya.

Di Medan, Ozi, demikian dia dipanggil,   menekuni persoalan fotografi dengan memasuki  Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P). Namun karena terbentur ekonomi, Ozi mengalah dan memberikan kesempatan kepada adik-adiknya untuk menyelesaikan pendidikan yang juga berada di Medan.

Aman Weina Mahara Gayo ini, kini menekuni dunia fotografi sebagai usahanya. Namun walau sebagai fotografer, namanya melijit ketika dia dimasukkan oleh rekan-rekanya sebagai kandidat bupati dari generasi muda.

 “ Kita butuh pemilih rasional. Mereka tidak terpaku pada pigur seseorang dengan nama yang besar. Namun pemilih akan menilai sendiri bagaimana sosok yang akan dijadikanya sebagai pemimpin,” sebut Fauzi.

Nama besar, belum tentu punya rencana besar untuk melakukan perubahan pembangunan di Gayo. Negeri ini adalah negeri yang kaya, beragam potensi ada di Gayo, tinggal bagaimana memenejnya, mengelolanya dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati kemakmuran dan berkesinambungan sampai kepada generasi mendatang.

Generasi Gayo harus berpikir rasional. Tahu dan mampu melihat siapa yang layak untuk memimpin negeri ini. “Saya tidak menawarkan janji muluk, namun mengajak generasi Gayo untuk berpikir jernih dan rasional siapa yang pantas memimpin negeri ini,” sebutnya.

Fauzi memilih jalur independen dalam kompetisi pertarungan calon pemimpin di Gayo Lut ini, dukungan untuknya terus mengalir. Ayah dua anak (Weina Mahara Gayo- King Fatwa Alam) kini menjadi pigur alternatif dari generasi muda. (Pariwara)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.