Motivasi Politik

By on Wednesday, 6 April 2016

OLeh : Kusni Rohani Rumahorbo, SST*

Seperti pagi-pagi sebelumnya, saya merayu anak-anak bangun lebih pagi dengan kartun. Ternyata pilihan jatuh di Kungfu Panda Series di salah satu TV Nasional. Selagi saya menyiapkan sarapan dan berbagai keperluan pagi itu, tak sengaja saya mengikuti alur ceritanya yang sangat menarik. Tokoh utama, Po, memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain. Kemampuan ini tak sengaja didapat dari sebuah alat. Kemampuan ini bukannya membuat senang Po, malah membuatnya sangat kesulitan. Pikiran orang yang bermacam-macam dan beberapa sangat “liar”, membuat Po ingin segera melepas kemampuannya tersebut.

Kemudian saya tergelitik untuk membayangkan jika saya memiliki kemampuan ini di kehidupan nyata. Selagi saya mengantar anak-anak ke sekolah mereka dan menuju kantor, berbagai spanduk sosialisasi figur Bakal Calon Bupati/Gubernur lengkap dengan foto seolah bercerita pada saya tentang alasan mereka mencalonkan diri. Sayangnya saya tidak memiliki kemampuan tersebut.

Memang, tema motivasi politik ini sangatlah menarik untuk dibahas. Apa yang mendorong  banyak orang ingin berpolitik, mengorbankan banyak hal, seperti uang, kolega, harga diri, bahkan keluarga demi jabatan sebagai Kepala Desa, Anggota Dewan, Bupati/Wakil Bupati atau Gubernur/Wakil Gubernur. Menurut Royale Scuderi, ada 6 (enam) jenis motivasi seseorang untuk berbuat sesuatu. Setiap orang tidak murni memiliki satu motivasi saja, melainkan dapat merupakan kombinasi dari beberapa jenis motivasi. Motivasi tersebut tentunya sangat mempengaruhi tingkah laku pribadi bersangkutan. Berikut 6 (enam) jenis motivasi dalam berpolitik:

  1. Insentif/Penghargaan

Motivasi ini pada umumnya pada banyak orang bersifat  dominan/utama. Penghargaan atau insentif yang didapat bila kita berusaha memasuki dunia politik seperti harta (uang), jabatan dan kesempatan tentu akan sangat mudah diraih. Seseorang yang berada di puncak pimpinan dapat menikmati harta (uang), jabatan dan berbagai kesempatan.

  1. Ketakutan

Ketakutan yang dimaksud di sini adalah ketakutan pada konsekuensi atas ketidakberhasilan atau kehidupan yang buntu, seperti miskin, tertindas, hambar, dan lain sebagainya. Ketakutan atas hal-hal tadi lah memotivasi banyak orang untuk memasuki dunia yang menjanjikan banyak hal yang menarik seperti yang telah disampaikan pada poin 1.

  1. Prestasi/Pencapaian

Jenis motivasi ini pada umumnya motivasi yang lahir akibat kompetensi yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan. Mereka membuat orang percaya atas mereka dari skill dan pencapaian yang telah mereka miliki sebelumnya. Siapa yang tidak bangga mendapat prestasi dipercaya banyak orang untuk menjadi pimpinan. Selain itu, titel seperti Bupati/Gubernur juga tentunya sangat membanggakan.

  1. Tumbuh

Ada kata-kata motivasi yang bagus, “Hidup ini laksana naik sepeda. Untuk mempertahankan keseimbangan, kita harus terus bergerak”. Pada beberapa orang, bergerak atau tumbuh yang dimaksud adalah melalui ranah politik.

  1. Kekuasaan

Motivasi ini hampir sama dengan motivasi poin 1, yaitu insentif/penghargaan. Seseorang yang telah berhasil memasuki dunia politik otomatis akan menikmati “kekuasaan”. Kekuasaan ini terkait atas kekuasaan atas dirinya sendiri dan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Mereka dapat memberlakukan apa yang mereka mau, dan melarang apa yang mereka tidak sukai pada wilayah yang berada di bawah kekuasaannya.

  1. Sosial

Banyak orang termotivasi dengan motivasi jenis ini. Hal ini disebabkan oleh keinginan untuk diterima dan dimiliki oleh kelompok tertentu atau lingkungan yang lebih luas seperti sebuah kabupaten, provinsi atau bahkan sebuah negara. Keinginan diterima dan dimiliki oleh sebuah kelompok atau komunitas tadi membuat orang tersebut berkeinginan kembali untuk dapat berkontribusi dan membuat perubahan pada wilayah tadi.

 Meski dari keenam jenis motivasi tadi ada yang lebih baik/buruk daripada yang lain, namun segala hasil yang positif atau negatif dari berbagai motivasi tersebut tetap ditentukan oleh bagaimana mereka bertindak. Ada yang memiliki motivasi yang baik, namun di tengah jalan memutuskan untuk melenceng. Sebaliknya ada yang bergerak dengan motivasi yang buruk, tetapi dengan izin Allah SWT menjadi wakil rakyat yang amanah.

 Bagi suderengku yang belum atau sudah menentukan ingin terjun ke dunia politik pada pemilihan yang akan datang, motivasi mana yang dominan pada keputusan anda?Sebelum terlambat, mulailah dengan segala motivasi yang baik sehingga apa yang menjadi perjuangan anda bernilai ibadah, seperti pada perkataan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan empat ahli hadits lainnya berikut:

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Kembali lagi ke cerita Po dalam Kungfu Panda Series di awal cerita, sepertinya saya juga tidak akan kuat bila memiliki kemampuan membaca pikiran seperti Po. Begitu banyak motivasi orang berpolitik. Jika kita dapat membaca pikiran orang lain, percayalah kita tidak bisa mempercayai seseorang lagi.

Pegawai BPS Kab. Aceh Tengah*

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.