Hak Paten Batu Giok Gayo Harus Disegerakan

By on Monday, 8 February 2016

Penggemar giok dari Gayo, mengharapkan adanya hak paten untuk batu mulia gayo

Penggemar giok dari Gayo, mengharapkan adanya hak paten untuk batu mulia gayo

 

Takengen | Lintas Gayo-  Para pecinta batu mulia dan akik di Kabupaten Aceh Tengah, meminta agar pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdangangan  (Disperindag) untuk mempaten batu berkualitas dari Gayo.

“Hak paten ini sangat perlu dan sudah seharusnya Pemerintah daerah membuat hak paten batu gayo. Bila tidak  batu asal Gayo akan dipatenkan oleh orang luar dengan menyebutkan batu itu berasal dari daerah mereka,” sebut Basdatiga, salah seorang kolektor dan pecinta batu di negeri Gayo, Senin (8/2/2016),

Menurut Bas panggilan akrabnya, batu mulia yang berasal dari Gayo telah banyak dijual keluar daerah. Saat boming batu, beragam jenis batu berkualitas dari Gayo diburu oleh pihak luar. Ratusan ton batu dari Gayo sudah diangkut ke luar.

Batu asal Gayo itu kemudian diedarkan kembali oleh para agen ke hampir seluruh daerah di Indonesia bahkan dibawa ke luar negeri. Jenis netprit misalnya, kini sudah mulai langka di Aceh Tengah. Sementara netprit yang sudah dijual keluar cukup banyak.

“Sekarang susah mencari netprit berkualitas. Netprit dari Gayo sudah banyak yang dijual ke luar. Saat itu banyak yang menampung netprit asal Gayo. Pencari batu di sini juga menjualnya berapa yang ada. Mulai dari harga Rp 250 ribu sekilo, sampai kini harganya Rp 3 juta lebih, namun barangnya sudah susah didapat,” sebut Bas.

Demikian dengan jenis batu berkualitas lainya, seperti indogras, lumut, yang berasal dari Gayo, juga telah beradar luas di daerah lain. Untuk itu pemerintah daerah perlu membuat hak paten tentang batu asal Gayo, pintanya. (LG 001)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.