by

Jan Schuitemaker: Pengolahan Kopi Gayo Standar Uni Eropa

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mendampingi rombongan Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) melihat secara langsung budidaya kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu 18 Nopember 2015

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mendampingi rombongan Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) melihat secara langsung budidaya kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu 18 Nopember 2015

Takengen | Lintas Gayo – Pengelolaan kopi arabica Gayo Kabupaten Aceh Tengah dinilai sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Uni Eropa, meliputi penanaman, metode panen (yield), pengumpulan (collecting), pemilihan (sorting), penyimpanan (storage) hingga pengepakan (packaging).

Jan Schuitemaker, seorang edukator, konsultan dan pemilik perusahaan roasting kopi asal Belanda mengatakan hal tersebut, rabu 18 Nopember 2015, saat mengunjungi pabrik kopi Baburrayan, sekitar 10 kilometer sebelah tenggara kota Takengon.
“Saya sudah perhatikan di setiap lini, dan saya bisa katakan kalau penanganan seperti ini sudah memenuhi standar yang ditetapkan Uni Eropa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Jan beserta 18 rekannya yang tergabung dalam Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) mengunjungi setiap bagian pengolahan yang terdapat di kompleks pabrik.

Rombongan juga mendapat penjelasan dari pengelola koperasi Baburrayan terkait kebijakan dalam mengumpulkan, memilih dan memproses biji kopi pilihan yang mayoritas diekspor ke mancanegara.

Kunjungan delegasi SCAE ke dataran tinggi Gayo‎, merupakan balasan dari partisipasi Pemerintah Aceh tepatnya Badan Investasi dan Promosi Aceh, Pemkab Aceh Tengah dan Pemkab Bener ‎Meriah yang sebelumnya menghadiri undangan SCAE pada ekspo kopi dunia di Gothenburg Swedia pada medio Juni 2015 lalu.

‎Menurut Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM merupakan peluang yang sangat baik bagi daerah penghasil kopi arabica tersebut untuk memperbesar ekspor langsung ke Eropa.

“Eropa saat ini menjadi konsumen utama kopi dunia khususnya arabica, beruntung sekali tim SCAE bisa berkunjung dan melihat langsung bagaimana budidaya kopi arabica Gayo mulai ditingkat petani hingga eksportir,” kata Nasaruddin. (*)

Comments

comments

News