Di Usia 25 Tahun Sarjana Ini masih Disuapi Orang Tua

By on Wednesday, 18 November 2015

Zikri “ Nu ogohe abangni lagu kekanak. Nge kul, manganpe isulang mien. ( Bodoh sekali abangnya, seperti anak anak. Udah besar, makan saja masih disuapin”. Kata-kata itu sering terucap dari mulut adiknya. Namun Zikri,S,Pd, justru senyum dan tidak mempedulikanya.

Alumnus STAIN GP Takengen, jurusan Tadris Bahasa Inggris, masih menikmati suapan nasi dari orang tuanya. Padahal usianya sudah 25 tahun. Penduduk Jongok Meuluem Kebayakan, Aceh Tengah ini, merasakan ada sebuah kekuatan ketika dia disuapi sang ibu saat makan.

Kedengaranya aneh. Saat dia sudah dewasa namun memiliki sipat yang masih kekanaka. Namun bagi Zikri, itu bukan aneh. Dia akan terus melakukan kebiasaanya selagi orang tuanya masih ada.

“Saya hanya ingin sebuah kedekatan dari orang tua saya. Sebuah kasih sayang dari mereka, meskipun janggal didengar oleh orang lain, akan tetapi pada usia saya yang sudah 25 tahun ini orang tua saya sering dan masih menyuapi saya,” sebut Zikri.

Saat dibilang dia bodoh seperti anak-anak, justru Zikri membalasnya dengan sapaan lembut. “Ini ibu saya kalau ibu orang lain mana mungkin saya lakukan hal seperti ini,” sebut Zikri, saat mengisi sebuah acara di radio Sla fm dengan tema peran orang tua dalam pendidikan anak.

Kedekatan seorang anak dengan orang tua akan memberikan nilai positif terhadap perkembangan hidup anak. Keterbukaan dengan orang tua, serasa indah ketika semua ini masih bisa kita lakukan dengan orang tua kita, sebutnya.

Usia manusia ada batasnya, apakah nanti orang tua kita duluan, atau kita terlebih dahulu di panggil yang maha kuasa, ketika ini semua terjadi apa yang kita lakukan, apakah kita meratapi supaya orang tua kita kembali lagi kedunia ini, sebut Zikri.

“Indahnya ketika kita memiliki satu pasang orang tua yang masih utuh, harus kita jaga. Kita sayangi orang tua kita. Dijaga jangan disia-siakan. Jangan dibiarkan terpengaruh oleh lingkungan sehingga terjerumus ke lembah nista seperti pergaulan bebas, narkoba, dan lain sebagainya. Semua ini butuh perhatian dari orang tua, dibimbing, dibina bukan hanya di sekolah saja diberikan pelajaran, baik itu pelajaran akhlak, agama, dan lain sebagainya,” kata lelaki lajang ini.

Peran orang tua terhadap anak sangat penting, Fenomena yang terjadi saat ini peran orang tua dalam pendidikan anak sudah mulai tergeser oleh kesibukan orang tua itu sendiri. hal ini biasanya terjadi karena para orang tua sudah disibukkan dengan pekerjaan yang di tekuni sehingga anak terbengkalai dan jarang dapat perhatian dari orang tuanya, kata Zikri.

“Pernah terbaca sebuah (meme) yang berisi gambar anak kecil dan beberapa perhiasan emas, dalam meme ini ada seorang anak kecil yang sedang menangis kemudian disebelahnya ada sebuah gambar berisi perhiasan diantaranya gelang emas, kalung emas serta anting emas, dan dalam meme tersebut bertuliskan seolah-olah anak ini berkata Ibu pasti tidak akan rela menitipkan barang semahal ini kepada orang lain. Tapi kenapa ya Ibu rela menitipkan aku yang tak ternilai, kepada orang lain,” sebut alumnus STAIN GP ini.

“Gambar meme ini memberikan pesan yang sangat luar biasa kepada para orang tua. Karena yang dibutuhkan anak bukanlah fasilitas hidup yang lengkap dan mewah melainkan mereka menginginkan perhatian lebih dari kedua orang tua. ” papar Zikri, sambil berharap para orang tua di dataran tinggi Tanoh Gayo dapat menyediakan waktu untuk anak anaknya.

Rasulullah SAW bersabda: seorang anak terlahir dalam keadaan suci, orang tualah yang menjadikan anaknya yahudi, nasrani dan majusi. Banyak dari orang tua yang tau mengerti dan paham tentang hadist ini.

Namun ketika pekerjaan memaksa mereka untuk bekerja maksimal maka hadist tersebut diatas seolah luput dari perhatian mereka, perlu sedikit penyadaran kepada para orang tua tentang hadist tersebut. Bahwa bukanlah menjadikan anak untuk berpindah kepada agama tersebut, namun yang maknanya adalah orang tualah yang menjadikan sifat, tingkah laku, kebiasaan anak menjadi tiga kepercayaan yang disebutkan di atas.

Sungguh fenomena yang sangat di sayangkan ketika orang tua yang terlihat berpendidikan dan berilmu tidak bisa mendidik dan mengarahkan anaknya kearah kebaikan, kata Zikri. (Karmiadi)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.