Peta Politik Terbaru Jelang Pilkada Aceh Tengah

By on Monday, 3 August 2015

Oleh : Yunadi HR,S.IP

YunadiAgenda pemilihan kepala daerah secara langsung adalah salah satu konsekwensi demokratisasi dalam suksesi kepemimpinan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota. UU No.8 Tahun 2015 pasal 201 angka (2) “Pemungutan suara serentak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang masa jabatannya berakhir pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember tahun 2016 dan yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal dan bulan yang sama pada bulan Februari tahun 2017.”

Ketentuan diatas membawa konsekwensi yang melekat juga pada Bupati dan wakil bupati Kabupaten Aceh Tengah yang memasuki ahir masa jabatan pada  27 Desember 2017. Sehingga Aceh Tengah dan sebagian besar kabupaten/kota di Aceh dan Gubernur/wagub Aceh akan dilakukan suksesi kepemimpinan pada Pemilukada  9 Februari 2017. Atau pemilukada serentak Nasional Tahap II.

Dinamika politik yang begitu cair ahir-ahir ini telah membuat “hangat” perpolitikan di Kabupaten Aceh Tengah. Nuansa yang muncul begitu positif dan cukup menarik. Tidak bisa dipungkiri bahwa berpulangnya Tokoh Gayo, (Alm) Tgk Iklil Ilyas leube telah memunculkan perubahan peta politik yang hampir bisa dikatakan kembali pada titik Nol.

Karena sebelumnya Tgk Iklil Ilyas leube yang secara de’facto didukung oleh Partai PAN,PDIP,Gerindra dan PA telah menjadi satu kekuatan yang memiliki ‘magnet politik’ yang begitu dominan dan mampu menarik perhatian publik yang begitu luas. Sehingga diduga akan melahirkan tingkat elektabilitas (keterpilihan) yang tinggi dan akan lahir sebagai pemenang. Takdir yang mahakuasa berkata lain, manusia hanya bisa berencana,Allah memanggilnya.

Kondisi peta politik bakal calon Kandidat Bupati/wakil Bupati Aceh Tengah hari ini menjadi bergeliat kembali. Dinamika yang terus bergulir memunculkan nama – nama baru dan juga tentunya nama – nama lama,yang sebelumnya juga sudah berseliweran.

Secara umum, tingkat ketertarikan masyarakat untuk menentukan pilihannya saat ini bisa dikatakan mengambang.  Disisi lain muncul juga harapan  munculnya tokoh-tokoh baru yang dapat menjadi alternatif pilihan untuk mengemban amanah kepemimpinan di Aceh Tengah 2017 – 2022.

Beberapa nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah yang  mulai menjadi pembicaraan di masyarakat,di kelompok-kelompok diskusi warung kopi dan sosial media  baik yang berlatar Aktivis Parpol, Akademisi, praktisi dan dunia usaha antara lain;
1.  Khairul Asmara.
2.  M. Taufik.
3.  Sabela  AB.
4.  Samsul Bahri Isa (Samsul SABA)
5.  Muchsin Hasan
6.  Adam Mukhlis Arifin;dan
7.  Fauzan Azima
8.  Iberamsyah

Dengan cairnya kondisi perpolitikan di Aceh Tengah saat ini bukan tidak mungkin akan memunculkan calon – calon lainnya. Apalagi saat ini hampir tidak ada Bakal calon yang dominan yang diduga akan memenangkan pemilukada 9 Februari 2017.

Beberapa nama diatas,sebelumnya telah lebih dahulu muncul; antara lain, Khairul Asmara, M. Taufik, Iberamsyah, Muchsin Hasan dan Sabela. Kemudian ahir – ahir ini muncul nama – nama baru yang tampaknya menjadi alternatif pilihan publik,antara lain; Samsul Bahri (samsul SABA),yang berlatar belakang Pengusaha. Tampaknya nama yang satu ini cukup menjanjikan dan dapat menjadi salahsatu alternatif pilihan masyarakat.

Kemudian kemunculan nama Fauzan Azima dan Adam Mukhlis Arifin serta  Samsul Saba,  kemungkinan akan menjadi alternatif pilihan setelah berpulangnya Alm Tgk Iklil Ilyas leube ke pangkuan yang maha kuasa. Terlepas dari hal itu,ketiga nama terahir tentu memiliki kapasaitas dan kapabilitas yang tidak kalah dari nama – nama sebelumnya yang telah duluan “bersuara”.

Patut dicermati,bahwa dengan kondisi saat ini, diharapkan masyarakat  mampu lebih cermat dalam menentukan pilihan politiknya,ditengah situasi dengan kekuatan bakal Calon yang hampir merata.

Terlepas dari apapun kondisi dan dinamika menjelang pemilukada Aceh Tengah 2017 yang akan datang, harus difahami dan dicamkan bahwa kontestasi kedepan bukan hanya berbicara masalah menang kalah dalam suatu persaingan, akan tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah bahwa;pemilikada kedepan adalah untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjadi pengayom bagi segenap lapisan masyarakat Aceh Tengah, yang memiliki rasa dan keinginan yang kuat untuk mempercepat distribusi kemakmuran rakyat dan memastikan bahwa terjadi sebuah proses perbaikan ekonomi masyarakat.

Mampu membuka peluang dan iklim invesatasi yang sehat, mampu memastikan layanan yang terbaik bagi rakyat dalam bidang kesehatan dan pendidikan, serta mampu menjadikan dengan sebenar-benarnya bahwa Kopi adalah produk Unggulan yang memiliki tataniaga dan budidaya yang menguntungkan dan melindungi petani Kopi dan Kopi itu sendiri.

Tentu kita berharap semua proses diatas berlangsung dalam suasana yang harmoni, jauh dari praktek – Praktek politik yang tidak sehat, karena kita lahirnya sosok pemimpin Aceh Tengah kedepan yang merupakan transisi dari kepemimpinan saat ini adalah kebutuhan kita bersama seluruh masyarakat Aceh Tengah. Sebagai pemegang amanah kepemimpinan…..Bukan sebagai Pemenang dari Pertarungan.
Penulis : Pemerhati sosial Politik Gayo.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *