by

Puasa Belajar Jujur

Oleh: Elviyanti*

 Elviyanti - lintasgayo[dot]com

Puasa merupakan momentum sangat baik bagi orang-orang yang memahaminya. Memperbaiki, mengevaluasi dan latihan mengendalikan diri. Selain itu, jika kita mau merenungi lebih dalam, Puasa juga bisa menjadi sebuah jawaban untuk mengatasi persoalan bangsa yang mengelisahkan realitas sosial saat ini yaitu drama ketidakjujuran yang telah merasuk berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

 

Mental Bohong

Kebiasaan berbohong sudah menjadi penyakit mewabah di negara penganut islam terbesar di dunia ini. Virus-virus ketidakjujuran menyebar kedalam relung-relung jiawa anak bangsa. Keadaan ini terjadi karena keserkahan akan kubangan materi oleh pejabat, penguasa, bahkan tingkat aparat paling rendah sekalipun. Sosok manusia jujur sudah menjadi barang langka. Tidak salah jika kita sering mendengar kicauan-kicauan kaum materialisme yang berbisik-bisik bahwa mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal.

 

 

Penyakit mental ini harus segara disembuhkan. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa suatu saat nanti di akhir zaman, manusia dalam mencari harta tidak memperdulikan lagi mana yang halal dan mana yang haram (HR Muslim). Hal ini terbukti dalam berbagai praktek sosial yang dilakukan belakangan ini seperti kurupsi, suap, sogok dan  uang pelicin yang kebanyakan dilakukan oleh tikus-tikus berdasi. Sebut saja beberapa contoh seperti  korupsi Al-qur’an, korupsi sapi dan korupsi penyelenggaraan ibadah haji. Kejadian ini tentu menghenyak jiwa. Banyak masyarakat yang dibuat kecewa. Mereka sungguh tidak mempedulikan moralitas dan aturan syariah. Apa yang salah dengan generasi bangsa? Kita akan stagnan sebagai bangsa terkorup dimata international jika tidak berbenah diri.

 

 

 

Akibat Ketidakjujuran

Fenomena ketidakjujuran telah menggangu stabilitas tata pergaulan sosial-ekonomi-politik. Hal ini manjadi patologi sosial yang sangat mengancam keberlangsungan kehidupan karena efeknya yang mendatangkan berbagai musibah nasional. Tidak salah jika ada yang menyebutkan bahwa model ketidakjujuran seperti korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melansir kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp39,3 triliun sepanjang 2004-2011. Padahal, Indonesia dapat membangun berbagai infrastruktur dan memperbaiki kualitas hidup orang Indonesia jika korupsi dapat ditekan. Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menjelaskan bahwa kerugian negara tersebut dapat dipergunakan untuk membangun 393 ribu unit rumah baru, pendidikan gratis untuk 68 juta anak Sekolah Dasar selama setahun penuh, dan membelikan 7,9 juta unit komputer di sekolah-sekolah sebagai sarana belajar. Bahkan, dapat memberikan bantuan modal kepada 3,9 juta sarjana baru untuk berwirausaha dan mendirikan 785 ribu koperasi baru (viva.co.id/ 22 Juli 2014).

 

 

Puasa menawarkan solusi

Ramadhan dari tahun ke tahun terus menyapa kita. Latihan evaluasi dan mengendalikan diri adalah esensi dari puasa yang kita jalankan. Ketika ibadah puasa kita jalankan dengan penuh iman tentunya ibadah kita tidak sebatas lapar dahaga. Ibadah sirriyah (rahasia) yang hanya kita dan Allah yang tau tentunya memberi makna yang mendalam. Jangankan untuk menjadi pencuri besar, setetes air pun tidak akan kita biarkan menembus kerongkongan karena kita percaya Allah SWT maha melihat. Penyadaran akan kehadiran Allah SWT sangat besar. Training puasa insyaallah akan membangun sifat jujur.

 

Puasa yang tidak berkualitas sudah tentu tidak akan melahirkan generasi jujur. Jika orang yang berpuasa masih mengambil hak orang lain, melakukan suap, melakukan tipuan kecil-kecilan ketika memberi paket lebaran berarti kualitas ibadahnya masih sangat rendah. Barang kali ibadahnya hanya tradisi melunaskan kewajiban tanpa menghayati esesi dari puasa. Sungguh kita tidak berharap menjadi orang-orang yang seperti itu.

 

Secara psikologis, kejujuran akan menetramkan. Tidak aka ada kebahagian selain dengan mengingat Allah SWT. Bila kejujuran telah menjadi baju seseorang maka hidupnya akan mudah dan damai. Percayalah, bahkan orang yang tidak jujur sekalipun akan mencari orang yang jujur untuk dipekerjakan. Dan lihat juga bagaimana manusia yang tidak jujur hancur hidupnya. Tontonan dilayar kaca semestinya menjadi pelajaran berharga bagi kita, hancurnya orang-orang tidak jujur. Seketika karier punah, keluarga malu dan hidup nestapa akibat ketidakjujrannya. Ketidakjujuran telah menghilangkan berbagai nikmat dalam kehidupan.

 

Kita tidak boleh pesimis membasmi ketidakjujuran yang sifatnya sudah mengakar ini. Gerakan dan pendidikan kejujuran harus digencarkan. Tentunya seperti Aa Gym katakan, mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang paling kecil dan lakukanlah saat ini. Mimpi harus sama, berjuang bersama-sama mengatakan tidak pada ketidakjujuran.

 *Penulis adalah Mahasiswi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dan Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara Angkatan Ke IV. 

Comments

comments

News