by

Wartawan Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan di Posko Prabowo-Hatta di Yogyakarta

Yogyakarta – Beberapa jurnalis yang bertugas di Yogyakarta mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika akan mengambil kartu identitas peliput kunjungan calon presiden Prabowo Subianto, dari salah satu panitia kegiatan, Selasa (1/7/2014). 

“Saya bilang dari Kompas mau ambil ID. Tiba-tiba dia ngomong,Kompas kan musuhnya Prabowo’,” ujar fotografer Kompas, Ferganata Indra, saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam. 

Panitia tersebut diketahui bernama Donny. Indra pun langsung menanyakan maksud Donny mengeluarkan pernyataan tersebut. 

Bukan jawaban yang didapat, Donny justru menggebrak meja di lokasi pengambilan kartu identitas di Jalan Pattimura, Yogyakarta, tersebut. Gebrakan meja itu, tutur Indra, diikuti dengan kalimat bernada tinggi Donny, “Kamu nantang saya?” 

Atas sikap tersebut, Indra mengaku tak menanggapi lebih lanjut karena tak mau masalah berkepanjangan. “Saya bicara lebih santai biar tidak berkepanjangan,” kata Indra.

Sebelum meninggalkan posko pemenangan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa itu, panitia lalu memberikan penjelasan kepada Indra dan wartawan lain bahwa hanya ada 17 kartu pengenal peliput kunjungan Prabowo. Dari jumlah itu, hanya empat kartu untuk peliput dari Yogyakarta.

Dalam pengumuman itu disampaikan bahwa kartu identitas peliputan untuk wartawan Yogyakarta belum dapat dibagikan karena harus menunggu konfirmasi dari Jakarta, tentang jumlah wartawan yang ikut rombongan dari Jakarta.

Indra menyayangkan sikap tak mengenakkan panitia kepadanya. Dia berpendapat, tak selayaknya panitia bertindak demikian. 

Perlakuan tak menyenangkan di posko tersebut juga dialami wartawanTempo, Pito Agustin Rudiana. Seperti halnya Indra, perlakuan itu didapat saat dia hendak mengambil kartu identitas peliput kegiatan yang sama.

Pito mengaku ditanya apakah dia pro terhadap Prabowo atau tidak. “Saya ditanya sampai dua kali. Saya jawab keputusan itu ya saat di TPS,” ujar dia. (Kompas.com)

Comments

comments

News