by

Bupati di Banda Aceh, Wakil Bupati di Kebun

Redelong| Lintas Gayo – Saharmiza anggota DPRK Bener Meriah yang juga tim monitoring kepada massa mengatakan bahwa saat ini bupati sedang berada di Banda Aceh.

“Saya sudah menghubungi nomor bupati tapi tidak aktif. Saya telpon ajudannya yang sedang berada di Penayong, saya ceritakan masalah yang sedang menimpa saudara-saudara. Saya suruh dia pulang sebentar ke rumah untuk memberikan telpon kepada bupati. Setelah saya berbicara dengan bupati dan menyampaikan masalah saudara-saudara, dia sampaikan kepada saya bahwa dia akan kembali hari selasa (lusa 20/5/2014),” kata Saharmiza kepada massa.

Sementara Wakil Bupati yang ditelpon oleh Kanit Intel Polres Bener Meriah mengatakan bahwa Wakil Bupati sedang berada di kebun jauh dan menyampaikan kepada massa untuk melengkapi berkas.

Setelah mendengar penjelasan Wakil Bupati Bener Meriah yang disampaikan oleh polisi kepada massa, dengan spontan massa menjawab “Berkas apalagi yang harus kami lengkapi, kami sudah melengkapi berkas pada bulan April kemarin,” teriak massa.
“Berapa lagi uang yang harus kami keluarkan untuk mengurus berkas ini,” ujar salah seorang massa kepada polisi.

Saharmiza, “ Ini Bukan Kewenangan Saya”

Kepada perwakilan DPRK dan Pemerintah, massa mendesak tim verifikasi yang dibentuk pemerintah untuk turun kelapangan dan mempublikasi hasil verifikasi dan validasi.

Massa ingin tau mana nama-nama orang yang tidak layak lulus CPNS K2 honorer dan mana yang layak lulus. “Tolong jangan sembunyikan kepada kami, kalian harus transparan kepada kami,” teriak salah seorang massa. Bagaimana mungkin kami yang lama honor ini bisa masuk dalam kuota jika ada nama-nama bodong yang baru honor justru lulus,” lanjut massa.

Sementara Saharmiza anggota DPRK Bener Meriah yang juga tim monitoring mengatakan tidak mengetahui persoalan dan tidak mempunyai kewenangan menangani masalah yang dipertanyakan massa.

“Data ningkama deh mulo kite urus, enti ni jema mulo urus, ini mulo kite urus ku jakarta” (data kalian dulu kita urus, jangan data orang dulu kita urus: pen), ujar Saharmiza dengan bahasa Gayo menjawab pertanyaan massa.

Dalam pertemuan ini sempat terjadi perdebatan yang alot sehingga Saharmiza mau walkout dari ruangan karena dianggap tidak dihargai oleh massa. Tapi setelah salah satu massa menenangkan akhirnya Saharmiza tidak jadi walk out. (Ihfa)

Berita Terkait:

Inspektorat, “Demi Allah Tidak Punya Saudara yang Lulus K2”

Massa Honorer K2  Bener Meriah Duduki Kantor BKPP Setempat

Massa K2 Duduki Kantor BKPP Bener Meriah

Comments

comments

News