Kune Modalni, Pas Ke Ulak?

By on Sunday, 13 April 2014

Apakah Modal Bisa Kembali?

Takengen | Lintas Gayo  Dampaknya sangat besar dari pertarungan akbar ini. Persaingan ketat itu bukan hanya antara partai yang satu dengan partai lainnya, namun pertarungan itu juga terjadi dalam sesama partai untuk mendapatkan “kursi terhormat”.

Bagi yang ditakdirkan masuk dalam 30 anggota dewan, besarnya biaya yang sudah “terhambur” selama pesta, berpeluang untuk kembali. Bagi yang kandas, ada menyisakan hutang yang harus dibayar, sementara uang yang sudah ditabur juga tidak kembali.

Semua peserta pemilu (Caleg) pasti mengeluarkan biaya, besar kecilnya biaya untuk pesta ini tergantung manusianya. Namun ada yang sudah menabur puluhan dan bahkan ratusan juta, namun kandas,  ini menjadi fenomena menarik paska Pileg.

Kalah tipis dari partai lain, atau kalah tipis dari sesama partai untuk menentukan siapa yang duduk di DPRK, menjadi problem tersendiri. Yang kalah suara ini, tentunya suaranya “disumbangkan” ihklas atau tidak ihklas, suaranya akan dihisab untuk rekan sesama partainya demi duduknya di DPRK.

Ada yang sudah “menghabiskan” uang lumanyan banyak, namun tidak duduk, bahkan rekannya dalam satu partai juga kandas. Mereka tersisih diputaran terakhir. Yang pasti puluhan milyar rupiah sudah terbuang dari seluruh Caleg ini hanya untuk mendapatkan 30 kursi.

Paska pemilihan ini, ternyata ada sebagian Caleg yang masih meninggalkan hutang, namun peluangnya duduk di DPRK sangat tipis. Percetakan “mulai” pusing, karena bon spanduk, baliho dan kartu Caleg masih ada yang belum melunasinya.

Belum lagi ada Caleg yang berhutang di luar, atau telah menjual hartanya untuk bertarung, namun kandas.  Belum lagi ada yang sudah “menjual” harta, demi meraih gelar terhormat. Pesta telah menguras banyak, bukan hanya harta benda, pemikiran, tenaga dan waktu, namun merenggangkan talisilaturrahmi.

Kini pesta itu sudah usai, apakah ada Caleg yang “menarik” kembali pemberianya, karena ketika member mengharapkan suara. Menjelang dilaksanakan pleno dan pada tanggal 21 April ini sudah diketahui perolehan suara, gejala akan ditarik kembali pemberian itu sudah mulai mengemuka. (Red)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.