by

Urang Gayo Arisan di Ranto

Masyarakat Gayo di Padang, Arisan sebagai bentuk memperat silaturrahmi (Foto:Iwan Rantow)
Masyarakat Gayo di Padang, Arisan sebagai bentuk memperat silaturrahmi (Foto:Iwan Rantow)

Padang | Lintas Gayo – Walaupun jauh dari kampung halaman, namun silaturrahmi orang Gayo di perantuan tetap terjalin dengan baik. Penguatan tersebut salah satunya dibentuk melalui arisan bulanan, tepatnya di Desa Maransi Kecamatan Padang Utara, Kota Padang Sumatera Barat, minggu,  26-01-14. Secara keseluruhan, anggota arisan ini berjumlah 20-an KK, meski tidak semuanya bisa hadir. Bahkan, secara keseluruhan, orang Gayo di Padang berjumlah 30-an KK.

Selain omongan serius dan berisi terkait arisan, kondisi orang Gayo, khususnya di Kota Padang serta perkembangan daerah, termasuk isu pemilu kada di tanoh Gayo, cerak berakah kerap mewarnai anggota arisan yang hadir. Sesekali, kaum ibu pun mulawi, “hahoi wiw.” Ungkapan mulawi itu pun semakin menghangatkan suasana arisan serta seolah-olah keberadaan anggota arisan di Tanoh Gayo.

Dalam arisan tersebut terdapat beberapa Menu makanan Dataran Tinggi Tanoh Gayo yang dibuat oleh para Beberu Gayo dan kaum ibu, seperti makan dan sayur,  Masam Jing, Pengat, Cecah Terong Angur, Berahrum. Dan menu masakan lainnya.

Salah seorang juru dapur mengatakan kepada Lintas Gayo ” Bier pe rembege te i ranto ni, cumen ike atea we tetap i Gayo, oya kati menu e bernuansa gayo bewe”. Dalam kesibukannya membuat jantar masam jing. Dan mungkin filsafah berikut yang diamalkan Urang Gayo di sumbar maka dari itu semua bernuansa Gayo, Bier langit mugegur, bumi mugunte, ko tanoh Gayo, tetap morep wan jantung rasa.(Iwan_Rantow)

Comments

comments

News