by

Iqoni RS Wartawan Termuda Di Gayo

Takengen|Lintas Gayo-  Belum genap setahun jebol dari SMA 4 RSBI Portal Ujung Temetas, sudah mengabdikan diri menjadi insane pers di Tanoh Gayo. Lelaki kelahiran 23 Juli 1995 ini, merupakan wartawan termuda di Tanoh Gayo.

Dua generasi Pers: Ayah dan anak terlihat kompak dan familier. Bahtiar Gayo menunjukkan sikap ayah sekaligus teman bagi anaknya Iqoni RS (Lintas Gayo Zan KG)
Dua generasi Pers: Ayah dan anak terlihat kompak dan familier. Bahtiar Gayo menunjukkan sikap ayah sekaligus teman bagi anaknya Iqoni RS (Lintas Gayo Zan.KG)

Iqoni Rahmat Simulo, mengikuti jejak ayah yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Tetapi Iqoni belum seperti ayahnya Bahtiar Gayo, yang tulisanya sangat diperhitungkan, apalagi ketika membuat tulisan mendalam.

Tamat SMA tahun 2013, Iqoni hijrah ke Bandung untuk menjadi mahasiwa di sana. Namun karena bathinnya tidak sesuai dengan jurusan yang dia minati, dia memilih mundur. “Tahun ini saya tidak kuliah, biarlah belajar menulis dulu,” sebutnya.

Ilmu Jurnalistiknya merupakan titisan darah sang ayah yang menjadi watawan terbaik Aceh ketika dilaksanakan ujian kompetensi wartawan di Banda Aceh untuk level redaktur (Madya). Selain itu ketika di sekolah Iqoni juga mengikuti pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan sekolahnya.

Kini dia berkumpul bukan hanya dengan sesama wartawan di Tanoh Gayo, namun mengikuti aktifitas sang ayah. “Ingin mendapatkan ilmu,” sebutnya singkat, yang juga akan mengajukan permohonan untuk menjadi anggota PWI Gayo di Balai Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah. Demikian dengan wartawan Lintas Gayo lainnya, akan bergabung ke PWI.

Awal mulanya Iqoni direkrut Lintas Gayo, ketika tim LG melakukan pelatihan jurnalistik di kediaman Bahtiar Gayo, Kampung Baru Takengen Barat. Saat itu Iqoni disuruh sang ayah untuk membuat berita ringan.

Fajri Gayo, Pimpinan Lintas Gayo, melihat tulisan Iqoni walau masih membutuhkan editan, langsung menerimanya sebagai wartawan Lintas Gayo. “Glah ta urum kami adehne Koko ni pak, tapi tentun bapak kati mujadi,” pinta Fajri kepada wartawan senior dari Waspada ini.

Koko panggilan akrabnya, sempat emosi ketika tulisannya di LG dicopi pasti media cetak Rajawali Post. Tulisan itu berjudul “yang tidak berkompeten jangan pasang spanduk di sini,” mengisahkan Caleg berkompeten di Kampung Boom untuk tidak memasang spanduk bila tidak kompeten.

“Yah kite hek nulis, daboh jema copi paste, walau le tulisen ku konot dan ringen, kenake niro izin,” sebut Koko yang juga menjada andalan striker klub bola wartawan FC. (Zan.KG)

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News