by

Terbakarnya 5 Rumah di Wih Bakong Bukan Karena Aliran Listrik

Puing-puing kebakaran yang tersisa bersamaan dengan sisa nyala api yang baru berhasil dipadamkan, Minggu (24/11/2013) sore di Kampung Wih Sagi Indah, Kecamatan Silihnara. (Foto: Feri Yanto)
Puing-puing kebakaran yang tersisa bersamaan dengan sisa nyala api yang baru berhasil dipadamkan, Minggu (24/11/2013) sore di Kampung Wih Sagi Indah, Kecamatan Silihnara. (Foto: Feri Yanto)

Takengen | Lintas Gayo – Kebakaran 5 unit rumah yang terjadi Minggu, (24/11/2013) di Kampung Wih Sagi Indah, Kecamatan Silihnara, Takengon, diduga karena ulah salah seorang penghuni yang mengalami gangguan jiwa.

Kebakaran yang terjadi sekira pukul 17.00 Wib tersebut menurut AKP Riduansyah tidak terjadi karena konsleting listrik, karena kelima rumah tersebut sama sekali tidak dialiri listrik. “Dugaan sementara, kebakaran ini terjadi karena salah satu penghuni rumah mengalami gangguan jiwa,” ungkapnya saat dihubungi Lintas Gayo, Senin (25/11/2013).

Dari kelima rumah tersebut kata Riduan, empat diantaranya hangus dilalap sijago merah, sedangkan satu rumah hanya terkena sedikit imbas.

“Saat ini kita dari kepolisian sedang menjalani penyelidikan terkait musibah ini,” ujarnya lagi.

Diceritakannya, kebakaran terjadi saat para penghuni rumah sedang berada dikebun mereka, kebakaran tersebut berlangsung singkat, karena rumah yang ludes tersebut terbuat dari papan, sehingga pemadam yang cepat sampai kelokasipun hanya mampu mencegah agar api tidak meluas.

“Tim dari polsek Silihnara sempat membantu memadamkan api saat kejadian, pemadam kebakaran juga lumayan cepat, tetapi karena semua rumah terbuat dari papan, jadi keempat rumah hangus tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.

Sementara itu Riduan menyebutkan, korban jiwa nihil, tetapi sejumlah barang-barang penting dari rumah tersebut masih sempat diselamatkan. sedangkan kerugian ditaksir mencapai 150 juta rupiah.

Laporan wartawan Lintas Gayo saat kejadian, petugas pemadam kebakaran sempat kewalahan memadamkan api karena lokasi rumah yang ada didalam lorong sempit, sehingga warga hanya dapat memadamkan dengan peralatan yang minim.

Sementara itu informasi terakhir, korban musibah kebakaran ini telah menerima bantuan dari dinas sosial, serta sumber lain. Bantuan yang diterima berupa beras, perlengkapan balita, pakaian, kain sarung dan jenis bantuan lainnya. Mereka juga menginap dirumah tetangga, sembari menunggu tenda darurat yang dibangun oleh pihak terkait. (Ayi/Iwan Bahagia)

Comments

comments

News