by

Korban Gempa Diabaikan

Takengen | Lintas Gayo –  Nasib korban gempa masih belum jelas. Pihak BNPB sudah menyiapkan anggaran bantuan untuk perbaikan rumah, ditargetkan akhir  November akan disalurkan. Namun bantuan dari daerah berupa dana APBK belum jelas.

Bupati Aceh Tengah sudah mengusulkan agar bantuan untuk korban gempa senilai Rp 15.935.000.000.- secepatnya dibahas DPRK, agar dana itu dapat dicairkan.  Namun usulan yang diajukan bupati, tidak mendapatkan perhatian serius DPRK, bahkan DPRK menunda sidang anggaran untuk korban gempa dalam usulan KUA-PPAS RAPBK mendahului anggaran.

Dana tersebut berupa dana pendamping  diusulkan Bupati Aceh Tengah Nasarudin, DPRK sudah menggagendakan pembahasan.  Dana tersebut mulai dibahas dewan Kamis (25/1o/2013) pagi, namun tiba-tiba pimpinan sidang M. Nazar menskor sidang sampai jam 14.00 WIB.  Kemudian dilanjutkan persidangan sebentar, pada pukul 15.00 WIB, hanya berlangsung satu menit,  kembali disekor  dan tidak dijelaskan kapan akan dilanjutkan pembahasan anggaran itu.

Sikap dewan ini membuat banyak pihak terkejut, bukan hanya eksekutif selaku penyelenggara anggaran, namun masyarakat yang menjadi korban gempa semakin dikorbankan. “ Bila APBK perubahan ini tidak disetujui dewan, maka anggaran tidak dapat digunakan,” sebut  KHairul Asmara, wakil bupati Aceh Tengah yang enggan memberikan komentar lebih jauh ketika ditanya Lintas Gayo.

“Kalau anggaran untuk korban gempa saja tidak dibahas dewan, dimana letak pedulinya dewan sebagai wakil rakyat. Kami sudah musibah ditambah musibah lagi dengan lambannya turun bantuan untuk perbaikan rumah,” sebut Adam Malik, warga Tapak Moge, yang rumahnya mengalami rusak berat.

“Mera le ujungnge kami minah umah, kegere ku DPR ta ku kantor bupati. Dep sabe diri gere neh semayang, sa male iharap munolong,”  sebut Surbakti warga Bies Penantanan yang juga rumahya mengalami kerusakan yang berat. ( Fazri Gayo)  

Comments

comments

News