by

Loyang Mendale, akan Dibahas di Banda Aceh

Banda Aceh | Lintas Gayo : Sejumlah tokoh masyarakat Gayo di Banda Aceh yang terdiri dari akademisi, unsur pemerintahan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal Tanoh Gayo direncanakan akan duduk bersama, Rabu, 13 April 2011 di Banda Aceh.

Adapun topik yang akan didiskusi adalah membahas langkah-langkah yang perlu diambil setelah ditemukannya bukti kehidupan pra sejarah di Loyang Mendale Kecamatan Kebayakan dan sekitarnya. Informasi diadakannya acara ini diterima dari koordinator diskusi, Drs Jamhuri MA, Selasa (12/4) pagi melalui sambungan telepon selular.

Dijelaskan Jamhuri, forum diskusi tersebut sudah berlangsung secara periodik sejak beberapa tahun lalu. Namun karena sejumlah kendala, terkadang penyelenggaraannya tidak teratur waktu penyelenggaraannya.

Dalam diskusi ini nantinya kita harapkan terjadi saling tukar informasi dan dihasilkan sejumlah kesimpulan berupa rekomendasi terkait temuan bukti pra sejarah Urang Gayo di Mendale.

“Tidak kurang dari 3500 tahun lalu manusia sudah ada di Tanoh Gayo, khususnya di pinggiran Danau Lut Tawar. Dan ini adalah momentum penting bagi Urang Gayo untuk dijadikan sebagai landasan berpikir bagaimana Gayo kedepan,” kata Jamhuri yang berprofesi sebagai pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ar-Raniry Banda Aceh ini.

Diantara yang hadir nantinya diharapkan antara lain Al Yasa’ Abu Bakar, Yahya Kobat, Martis, Sofyan M Saleh, Ruslan Abdul Gani, Mustafa Alamy, LK Ara, serta sejumlah angota DPRA asal Tanoh Gayo seperti Ilham dan lain-lain.

Dan yang pasti,  lanjut Jamhuri, akan hadir tokoh Gayo di luar negeri, Yusra Habib Abdul Gani yang beberapa waktu lalu sudah melihat langsung sejumlah temuan-temuan di Loyang Mendale serta sempat mengisi acara Inilah Gayo di Loyang Mendale, minggu 3 April 2011 lalu. Sebuah acara yang digagas oleh dua situs berita di Aceh, www.lovegayo.com dan www.atjehpost.com.

Dijelaskan, pihak panitia ingin mengundang semua elemen ke-gayo-an yang ada di Banda Aceh seperti kalangan mahasiswa. Akan tetapi karena keterbatasan tempat, maka acara ini agak terbatas bagi kalangan petue saja. (aman zaghlul)

Comments

comments

News