Cara Efektif Membuka Lahan di Gayo

By on May 5, 2013

Oleh: Iwan Ranto*

Iwan Ranto_1KABUPATEN Aceh Tengah merupakan bagian dari Provinsi Aceh, sampai sekarang ini banyak suku yang telah berdomisili disana, seperti suku Gayo, Jawa, Aceh, Batak, Sunda, China dan masih terdapat suku-suku lainnya disana.

Di Gayo sampai sekarang ini kebanyakan masyarakat membuka lahan dengan tekhnik membakar, suatu metode yang telah turun-menurun dilakukan oleh masyarakat, bahwa proses pembakaran dalam membuka lahan akan menimbulkan asap yang banyak. Kabut asap mengakibatkan kegiatan aktivitas masyarakat akan terganggu, karena daerah tersebut dan sekitarnya akan dipenuhi dengan asap bila warga membuka lahan terus menerus.

Metode Without Burning

Di Gayo sampai sekarang ini, masyarakat masih menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan baru, sebenarnya metode tanpa membakar itu lebih baik, meskipun menghabiskan waktu lama dalam proses pembukaan lahan baru itu, karena lebih memberi manfaat dan kesehatan tubuh akan selalu terjaga.

Metode tanpa pembakaran membuat masyarakat Gayo tidak menghirup kabut asap yang dapat merugikan kesehatan, kebugaran tubuh dan dapat menimbulkan penyakit. Kabut asap itu menimbulkan polusi, sama halnya dengan di kota-kota besar, setiap harinya dipenuhi kabut asap. Kabut asap ini pula membuat indera penglihat terganggu, membuat perih dan rasa sakit. Sehingga alangkah baiknya ketika membuka lahan baru itu dengan cara tidak menggunakan teknik pembakaran yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan alam sekitar.

Apabila masyarakat di Gayo terus menerus membuka lahan baru dengan cara membakar, apalagi disaat musim angin (musim kuyu) maka akan menimbulkan dampak yang lebih banyak, misalnya tidak mustahil api akan membakar seluruh wilayah lahan masyarakat, timbulnya penyakit paru-paru dan penyakit lainnya, hewan-hewan akan keluar dari sarangnya, kemudian bisa jadi hewan-hewan buas akan turun berpindah dari tempat kediamannya serta mengganggu ketentraman masyarakat.

Oleh karena itu meskipun sudah turun temurun metode pembakaran yang digunakan ketika membuka lahan baru itu, namun alangkah baiknya kita generasi ini dapat memikirkan cara yang lebih efektif seperti tidak melakukan teknik pembakaran dalam membuka lahan baru.(iwanranto89[at]gmail.com)

*Mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh

Komentar Via Facebook

One Comment

  1. iwan ranto

    06/05/2013 at 7:10 pm

    bukannya disana saya telah menyinggung sedikit jawabannya, selama ini di daerah gayo khususnya, sumatera, kalimantan, sulawesi serta dari sekitarnya menggunakan salah satu tekhik pembakaran ketika membuka lahan. Apakah anda pernah mengamati secara mendalam bagaimana selama ini masyarakat gayo dll dalam membuka lahan baru untuk dijadikan sebagai tempat penopang hidup. Proses yang dimulai dengan penebangan, pembakaran, pengeringan serta pengirisan sehingga akhirnya barulah menjadi kebun seperti yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri…mksud dari tlisan ni, dari beberapa teknik yang dilakukan masih dapat digunakan, namun untuk teknik pembakaran dihentikan, karena banyak dampak yang muncul.
    2 menit yang lalu · Suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>