MN Irwandi Wakili Aceh di Kejuaran Catur Piala Walikota Medan

By on August 25, 2012

Master Nasional (MN) Irwandi (Lintas Gayo | Zan KG)

Takengon | Lintas Gayo - Satu-satunya Master Nasional (MN) asal Dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah yakni MN Irwandi akan mengikuti kejuaraan catur tingkat nasional di Medan, berlangsung 27-31 Agustus mendatang.

Keikutsertaan MN Irwandi dalam kejuaraan catur memperebutkan Piala Walikota Medan 2012 ini setelah  dia mendapat rekom dari  Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengrov Percasi) Aceh.

Memenuhi undangan panitia even dimaksud, Percasi Aceh bukan saja mengirim MN Irwandi asal Aceh Tengah. Namun mengirim seorang pecatur lainnya asal Kota Sabang, MN  Chairil Naldi.

“Insya Allah saya siap berangkat. Saya juga telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Percasi Aceh, Aldin NL untuk mengikuti even catur yang akan berlangsung di Gedung PWI Jl, Adinegoro Medan ini,” kata Irwandi  kepada wartawan di Takengon, Jumat (24/8) siang.

Irwandi MN merupakan satu-satunya pecatur asal Gayo yang kerap mewakili Percasi Aceh diberbagai even penting ditingkat nasional seperti Kejurnas  dan Porwil. Namun sejauh ini peran sertanya belum memberikan prestasi yang maksimal untuk Aceh.

Menurut Irwandi, saat ini perkembangan olahraga catur di Aceh  telah berkembang pesat. Hal itu dapat dilihat dengan meningkatnya pembinaan untuk pecatur tingkat junior oleh Pengprov Percasi Aceh. Selain itu, sejauh ini, untuk pertamakali atlet Aceh atas nama MN Zulkhairi dapat tembus PON di Riau 2012 setelah berhasil meraih peringkat 4 besar di Porwil  VIII di Batam 2011 lalu.

“Keberangkatan saya saat ini bukan lagi untuk  menambah jam terbang. Karena sudah 20 tahun saya menekuni dan bermain catur. Artinya kalau ikut, Insya Allah bisa berprestasi dan bisa membanggakan insan catur di Aceh secara umum,” paparnya.

Ditanya mengenai persiapan menuju even tersebut, alumni sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Bekasi (Jabar) 2001 ini hanya tersenyum seraya mengatakan terpenting mempersiapkan mental dulu.

“Catur itu  luas, tidak ada tepian. Namun   untuk mengenal catur  dan bisa lebih dimengerti kita harus sering memainkannya,” pungkas pecatur yang juga sebagai wartawan di harian Waspada terbitan Medan Sumatera Utara ini. (Zan KG/Red.03)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>