Puisi “Dusta” Mukhlis Muhdan Bintang

By on Saturday, 19 May 2012

.

Mukhlis Muhdan Bintang

DUSTA

Kabut di atas kepala

Dzikir hati, pekat malam sang Maha

Kita sama saja

Hina

Usang hingga tak perduli

Buram tak mendo’a

Rajah kemenyan anyir di pusara baqa

Semua buram berbalut anyaman dusta

Kabut Malam, 15 Mei 2012

Biodata:
Mukhlis Muhdan Bintang adalah Dosen Bahasa Inggris STAI GP dan Direktor Lembaga Pendidikan MMB Harvard Course. Sejak tahun 2010 dia sudah menulis puisi dan terinspirasi dari Gus Mus (penulis puisi sufi kondang nasional).

Comments

comments

One Comment

  1. fran ajie muda akbar

    Saturday, 19 May 2012 at 3:28 am

    hal buruk hal baik bagai 2 sisi mata uang logam yg tak dpt dipisahkan. . iaa dusta itulah fikiran manusia . . trekadang memang sifat manusia yg tak lg bs membedakan baik dan buruk lg . . dijaman skrng tidak ada manusia baik . .aku , kmu, kita, dan mereka sama saja . . tp aku beda . . aku memang bukan manusia yg baik . .tetapi jika aku masih diberikan nafas dan waktu untuk berubah mnjadi lebih baik . . maka aku akan mnggunakan waktu itu sebaik mngkin . . dan jadilah mahluk dusta sperti ku mnjdi lebih baik . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *