Tari Guel

By on Friday, 22 October 2010

Asal Usul Tari Guel

Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di tanah Gayo. tari Guel berawal dari mimpi seorang pemuda bernama Sengeda anak Raja Linge ke XIII. Sengeda bermimpi bertemu saudara kandungnya Bener Meria yang konon telah meninggal dunia karena pengkhianatan. Mimpi itu menggambarkan Bener Meria memberi petunjuk kepada Sengeda (adiknya), tentang kiat mendapatkan Gajah putih sekaligus cara meenggiring Gajah tersebut untuk dibawa dan dipersembahakan kepada Sultan Aceh Darussalam. Adalah sang putri Sultan sangat berhasrat memiliki Gajah Putih tersebut.

Berbilang tahun kemudian, tersebutlah kisah tentang Cik Serule, perdana menteri Raja Linge ke XIV berangkat ke Ibu Kota Aceh Darussalam (sekarang kota Banda Aceh). Memenuhi hajatan sidang tahunan Kesutanan Kerajaan. Nah, Sengeda yang dikenal dekat dengan Serule ikut dibawa serta. Pada saat-saat sidang sedang berlangsung, Sengeda rupanya bermain-main di Balai Gading sambil menikmati keagungan Istana Sultan.

Pada waktu itulah ia teringat akan mimpinya waktu silam, lalu sesuai petunjuk saudara kandungnya Bener Meria ia lukiskanlah seekor gajah berwarna putih pada sehelai daun Neniyun (Pelepah rebung bambu), setelah usai, lukisan itu dihadapkan pada cahaya matahari. Tak disangka, pantulan cahaya yang begitu indah itu mengundang kekaguman sang Puteri Raja Sultan. Dari lukisan itu, sang Putri menjadi penasaran dan berhasrat ingin memiliki Gajah Putih dalam wujud asli.

Permintaan itu dikatakan pada Sengeda. Sengeda menyanggupi menangkap Gajah Putih yang ada dirimba raya Gayo untuk dihadapkan pada tuan puteri dengan syarat Sultan memberi perintah kepada Cik Serule. Kemudian dalam prosesi pencarian itulah benih-benih dan paduan tari Guel berasal: Untuk menjinakkan sang Gajah Putih, diadakanlah kenduri dengan meembakar kemenyan; diadakannya bunyi-bunyian dengan cara memukul-mukul batang kayu serta apa saja yang menghasilkan bunyi-bunyian. Sejumlah kerabat Sengeda pun melakukan gerak tari-tarian untuk memancing sang Gajah.

Setelah itu, sang Gajah yang bertubuh putih nampak keluar dari persembunyiaannya. Ketika berpapasan dengan rombongan Sengeda, sang Gajah tidak mau beranjak dari tempatnya. Bermacam cara ditempuh, sang Gajah masih juga tidak beranjak. Sengeda yang menjadi pawang pada waktu itu menjadi kehilangan ide untuk menggiring sang Gajah.

Lagi-lagi Sengeda teringat akan mimpi waktu silam tentang beberapa petunjuk yang harus dilakukan. Sengeda kemudian memerintahkan rombongan untuk kembali menari dengan niat tulus dan ikhlas sampai menggerakkan tangan seperti gerakan belalai gajah: indah dan santun. Disertai dengan gerakan salam sembahan kepada Gajah ternyata mampu meluluhkan hati sang Gajah. Gajah pun dapat dijinakkan sambil diiringi rombongan.

Sepanjang perjalanan pawang dan rombongan, Gajah putih sesekali ditepung tawari dengan mungkur (jeruk purut) dan bedak hingga berhari-hari perjalanan sampailah rombongan ke hadapan Putri Sultan di Pusat Kerajaan Aceh Darussalam.

Begitulah sejarah dari cerita rakyat di Gayo, walaupun kebenaran secara ilmiah tidak bisa dibuktikan, namun kemudian Tari Guel dalam perkembangannya tetap mereka ulang cerita unik Sengeda, Gajah Putih dan sang Putri Sultan. Inilah yang kemudian dikenal temali sejarah yang menghubungkan kerajaan Linge dengan Kerajaan Aceh Darussalam begitu dekat dan bersahaja.

Begitu juga dalam pertunjukan atraksi Tari Guel, yang sering kita temui pada saat upacara perkawinan, khususnya di Tanah Gayo, tetap mengambil spirit pertalian sejarah dengan bahasa dan tari yang indah: dalam Tari Guel. Reinngkarnasi kisah tersebut, dalam tari Guel, Sengeda kemudian diperankan oleh Guru Didong yakni penari yang mengajak Beyi (Aman Manya ) atau Linto Baroe untuk bangun dari tempat persandingan (Pelaminan). Sedangkan Gajah Putih diperankan oleh Linto Baroe (Pengantin Laki-laki). Pengulu Mungkur, Pengulu Bedak diperankan oleh kaum ibu yang menaburkan breuh padee (beras padi) atau dikenal dengan bertih.

Penari
Di tanah Gayo, dahulunya dikenal begitu banyak penari Guel. Seperti Syeh Ishak di Kampung Kutelintang-Pengasing, Aman Rabu di kampung Jurumudi-Bebesan, Ceh Regom di Toweran. Penari lain yang kurun waktun 1992 sampai 1993 yang waktu itu masih hidup adalah Aman Jaya-Kampung Kutelintang, Umer-Bebesan, Syeh Midin-Silih Nara Angkup, Safie-Gelu Gele Lungi-Pengasing, Item Majid-Bebesan. Mereka waktu itu rata-rata sudah berusia 60-an. Saat ini sudah meninggal sehingga alih generasi penari menjadi hambatan serius.

Walaupun ada penari yang lahir karena bakat sendiri, bukan langsung diajarkan secara teori dan praktik oleh para penari pakar seperti disebutkan, keterampilan menari mereka tak sepiawai para pendahulunya. Begitu juga pengiring penggiring musik tetabuhan seperti Rebana semakin langka, apalagi ingin menyamakan dengan seorang dedengkot almarhum Syeh Kilang di Kemili Bebesan.

Tari Guel dibagi dalam empat babakan baku. Terdiri dari babak Mu natap, Babak II Dep, Babak III Ketibung, Babak IV Cincang Nangka. Ragam Gerak atau gerak dasar adalah Salam Semah (Munatap ), Kepur Nunguk, Sining Lintah, Semer Kaleng (Sengker Kalang), Dah-Papan.

Sementara jumlah para penari dalam perkembangannya terdiri dari kelompok pria dan wanita berkisar antara 8-10 ( Wanita ), 2-4 ( Pria ). Penari Pria dalam setiap penampilan selalu tampil sebagai simbol dan primadona, melambangkan aman manyak atau lintoe Baroe dan Guru Didong. Jumlah penabuh biasanya minimal 4 orang yang menabuh Canang, Gong, Rebana, dan Memong.

Tari Guel memang unik, pengalaman penulis merasakan mengandung unsur dan karakter perpaduan unsur keras lembut dan bersahaja. Bila para pemain benar-benar mengusai tarian ini, terutama peran Sengeda dan Gajah Putih maka bagi penonton akan merasakan ketakjuban luar biasa.

Seolah-olah terjadinya pertarungaan dan upaya mempengaruhi antara Sengeda dan Gajah Putih. Upaya untuk menundukkan jelas terlihat, hingga kipasan kain kerawang Gayo di Punggung Penari seakan mengandung kekuatan yang luar biasa sepanjang taarian. Guel dari babakan ke babakan lainnya hingga usai selalu menawarkan uluran tangan seperti tarian sepasang kekasih ditengah kegundahan orang tuanya.

Tidak ada yang menang dan kalah dalam tari ini, karena persembahan dan pertautan gerak dan tatapan mata adalah perlambang Cinta. Tapi sayang, kini tari Guel itu seperti kehilangan Induknya, karena pemerintah sangat perhatian apalagi gempuran musik hingar modern seperti Keyboar pada setiap pesta perkawinan di daerah itu.

Source: Serambinews

Foto : Alaidin Ikrami"Tarian Tradisional Gayo Aceh Tengah"

Comments

comments

74 Comments

  1. Pingback: small business ideas

  2. Pingback: like this

  3. Pingback: go

  4. Pingback: Jared B Leon

  5. Pingback: dating Lake Havasu City girls

  6. Pingback: Visit Website

  7. Pingback: Mark Wintsoman

  8. Pingback: tonometr Nissei.

  9. Pingback: bose v35 reviews

  10. Pingback: Robert Shumake

  11. Pingback: tonometr drug gipertonika.

  12. Pingback: tonometr na zapjast'e s dvumja blokami pamjati.

  13. Pingback: Green Coffee Bean

  14. Pingback: แทงบอลออนไลน์

  15. Pingback: deweloperzy białystok

  16. Pingback: แทงบอลออนไลน์

  17. Pingback: glutathione

  18. Pingback: free shemale sex

  19. Pingback: Bodybuilding Quotes

  20. Pingback: leggi ora

  21. Pingback: แทงบอลออนไลน์

  22. Pingback: drukarnia lublin

  23. Pingback: Samym rasprostranennym tipom tonometra javljaetsja ruchnoj tonometr.

  24. Pingback: Singapore New Condo

  25. Pingback: SEO Firm Orange County CA

  26. Pingback: robert shumake detroit

  27. Pingback: tonometr mehanicheskij v magazine Medtehnika.

  28. Pingback: Information For E liquid Uk

  29. Pingback: turbo x laptop service

  30. Pingback: good skin

  31. Pingback: visit

  32. Pingback: slot gratis 3D la gallina

  33. Pingback: online book coupons

  34. Pingback: tanie materace

  35. Pingback: Kupit' tonometr s dostavkoj.

  36. Pingback: Samym rasprostranennym tipom tonometra javljaetsja ruchnoj tonometr.

  37. Pingback: แทงบอลออนไลน์

  38. Pingback: wall decor ideas

  39. Pingback: Avtomaticheskij tonometr s sistemoj Intellisense.

  40. Pingback: wynajem aut w gdańsku

  41. Pingback: Little, avtomaticheskij tonometr s pamjat'ju na 30 izmerenij.

  42. Pingback: online payment protection insurance reclaims form

  43. Pingback: Как измерить давление тонометром.

  44. Pingback: DealPress Group Buying Theme

  45. Pingback: isabelmarantshoes.webmium.com

  46. Pingback: Supplements for healthy skin

  47. Pingback: Kupite tonometr sebe i vashim blizkim.

  48. Pingback: fioricet

  49. Pingback: Skin Care

  50. Pingback: Skin Care

  51. Pingback: cloud hosting

  52. Pingback: obsługa AFIS

  53. Pingback: Supplements for healthy skin

  54. Pingback: mikro oferty pracy

  55. Pingback: TLrIqcVb

  56. Pingback: how to buy a car with bad credit

  57. Pingback: Wypożyczalnia samochodów Gdańsk

  58. Pingback: vemma scam

  59. Pingback: how to start a business

  60. Pingback: free xbox live gold

  61. Pingback: คอนโดเอแบคบางนา

  62. Pingback: gravel marks

  63. Pingback: sous-vêtement

  64. Pingback: more info

  65. Pingback: loan

  66. Pingback: webdesign breda

  67. Pingback: แทงบอลออนไลน์

  68. Pingback: J Gateway Condo

  69. Pingback: erectile dysfunction exercises video

  70. Pingback: rzym tani hotel

  71. Pingback: more info

  72. Pingback: Visit site Info About E Liquid

  73. Pingback: white whall

  74. Pingback: fsgb80v7cbwe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.