Putra Bintang, Ir Nova Iriansyah, MT ke Aceh-2

By on Sunday, 9 October 2011

Muda, energik,  bersahaja, cepat akrab, dan mudah bertegur sapa. Kesan itulah yang pertama terasa dari sosok Ir Nova Iriansyah, MT, anggota Komisi V Dewan  Perwakilan Rakyat (DPR RI) periode 2009-2014.  Tapi ada kalanya dia sangat keras dan tanpa kompromi ketika menyentuh hal-hal yang sangat prinsipil. “Sebuah bangunan akan runtuh kalau komponennya dikurangi,” katanya setengah bertamsil.

Nama Nova Iriansyah tiba-tiba menyentak jagad politik  modern Aceh. Ia didaftarkan sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Muhammad Nazar sebagai Calon Gubernur dalam gelanggang Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2012 mendatang. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai SIRA.

Menyentak karena pasangan ini,  Nazar – Nova  baru mendapat  legalitas Partai Demokrat (3) tiga jam sebelum tenggat waktu pendaftaran Calon Gubernur/Wakil Gubernur berakhir, pada hari Jumat (7/10) pukul 00.00 WIB. “Sebuah penantian yang penuh hara-harap cemas. Surat restu terbit pukul 21.00 Wib. Sementara pendaftaran tutup pukul 00.00 Wib. betul-betul situasi yang sangat tegang,” katanya  tentang saat-saat genting menjelang terbitnya surat Dewan Pembina Partai Demokrat.

Duet Nova-Nazar juga telah  menorehkan sejarah penting dalam peta perpolitikan tanah Aceh. Inilah untuk pertama kali, seorang putra Gayo, memperoleh kesempatan menuju singgasana kursi Wakil Gubernur. “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan semua, saya bisa melangkah. Do’akan kami  hingga berakhir sukses,” kata Nova.

Nova Iriansyah adalah putra Gayo. Ia berasal dari Linung Bulen I, sebuah kampung di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Meski tak lahir dan besar di kampung itu, tapi Nova mengecap pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 3 Takengon. Itulah sebabnya, ia berusaha menyempatkan diri menjenguk kampung leluhur ketika pulang ke Tanah Gayo.

Ia lahir di Banda Aceh 22 November 1963. Awalnya ia lebih dikenal sebagai dosen, usahawan, dan arsitek di Banda Aceh. Mengajar di  Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, (1989 s/d 2006), Komisaris PT. Mega Desain Konsultan dan PT. Archie Forum Konsultan, (2006 s/d 2008). Meraih gelar Magister Teknik Arsitektur (S-2), ITB Bandung – 1998, dan Sarjana Teknik Arsitektur (S-1), ITS Surabaya – 1988.

Tapi dunia politik  seolah memanggilnya pulang. Nova kemudian bergabung dengan Partai Demokrat dan memimpin Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Provinsi Aceh 2006-2011, dan kemudian mengantarkannya ke Senayan sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NAD-1 pada Pemilu 2009 silam. Dia pula yang menjadi   Ketua Tim Kampanye Daerah (TIMKAMDA) SBY-Boediono, Provinsi Aceh pada Pilpres 2009 yang meraih kemenangan fantastis 94 %. Persentase tertinggi yang diraih SBY-Boediono di seluruh Indonesia.

Darah politik memang takkan pernah berhenti mengalir dari dalam tubuh pria jangkung ini. Ayahnya, HM Nurdin Sufie, adalah politisi kawakan yang menjadi Bupati Aceh Tengah pada 1970-1974, dan berhasil meletakkan pondasi pembangunan Aceh Tengah, sebelum kemudian dilanjutkan dan diisi  oleh bupati berikutnya, HM Beni Banta Cut, BA.

“Saya memang berada dalam lingkungan politik. Bapak yang memperkenalkannya,” kata Nova. Dunia politik itu pula akhirnya menjadi  muara hidupnya. Berkiprah sebagai wakil rakyat di Senayan, bukanlah sebuah pekerjaan mudah. “Aceh memerlukan perhatian besar karana baru saja selesai konflik dan tsunami,” kata Nova.  Inilah yang dia suarakan di ruang-ruang sidang Komisi V, komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.

Sebagai putra Gayo, Nova ingin tetap merawat identitasnya. “Kemanapun pergi, saya tetap Gayo,” katanya. Ia berusaha tetap berkomunikasi dalam bahasa Gayo dan memperkenalkan kebudayaan  Gayo  dalam keluarganya. Nova menikah dengan DR Ir Dyah Erti Idawati, MT dan dikaruniai dua anak  yang  beranjak dewasa,  Riandy Oyadiwa (18 Thn) dan Ghaqa Dirgandana (16 Thn).

Inilah Saatnya

Muhammad Nazar mengaku mendapat pasangat sangat tepat ketika Partai Demokrat “memasangkannya” dengan Nova Iriansyah. “Saya bersikeras menggandeng Nova sebagai Cawagub. Kami adalah perpaduan perdaban politik baru di Aceh,” komentar Nazar.

Muhammad Nazar, yangs ekarang menjabat Wagub Aceh, adalah wakil dari pesisir Aceh. Sedangkan Nova wakil dari kawasan pedalaman. “Sebuah perpaduan yang sangat indah,’ kata Nazar.

Menurut Nazar, potensi orang-orang Gayo selama ini belum terkuak karena kesempatannya nyaris “tertutup”.  “Tapi kami ingin mengubah itu. Saya berpasangan dengan Nova adalah bentuak keseimbangan politik dan wilayah. Saya kira belum pernah ada putra Gayo yang menjadi wakil gubernur,” katanya lagi.

Selain itu, Nazar-Nova  adalah pasangan “anak muda”  dalam kancah Pemilukada gubernur/wagub Aceh ini. Nazar kelahiran 1973, dan Nova kelahiran 1963. Keduanya adalah generasi muda cemerlang.”Inilah saatnya,” jawab Nova Iriansyah mengabarkan tekad membangun Aceh.

Berikut Biodata lengkapnya :

Nama Lengkap
  • Ir. Nova Iriansyah, MT
Tempat/Tanggal Lahir
  • Banda Aceh/22 Nopember 1963
Alamat
  • Komplek Permata Mediterania, Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Blok B, No. 13. Jl. Raya Pos Pengumben, Ulujami, Jakarta Selatan
No. Telpon/HP
  • +62 811 68 0031 /  +62 812 6986 0031
Alamat Email
Nama Istri
  • DR. Ir. Dyah Erti Idawati, MT
Nama Anak
  • Riandy Oyadiwa (18 Thn)
  • Ghaqa Dirgandana (16 Thn)
Jabatan di Partai
  • Ketua Departemen Perindustrian DPP Partai Demokrat
Pekerjaan/Profesi
  • Anggota DPR RI, Komisi V.
Riwayat Pendidikan
  • Magister Teknik Arsitektur/S-2 (MT) – ITB 1998
  • Sarjana Teknik Arsitektur/S-1 (Ir) – ITS     1988
  • SMA Negeri 1 Banda Aceh – 1982
  • SMP Negeri 1 Banda Aceh – 1979
  • SD Negeri 3 Takengon, Aceh Tengah – 1976
  • TK Persit KCK Banda Aceh – 1970
Riwayat Pekerjaan
  • Anggota DPR RI Masa Bakti 2009 – 2014
  • Komisaris PT. Mega Desain Konsultan dan PT. Archie Forum Konsultan, (2006 s/d 2008).
  • Ketua Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (2004 s/d 2006)
  • Dosen Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, (1989 s/d 2004)
Pengalaman Organisasi
  • 2010 – 2015 : Ketua Departemen Perindustrian, DPP Partai Demokrat.
  • 2009 : Ketua TIMKAMDA SBY-Boediono, Provinsi Aceh pada Pilpres 2009.
  • 2009 – 2014 : Anggota DPR RI terpilih pada Pemilu Legislatif 09 April 2009.
  • 2008 – 2011 : Komite Jasa Konstruksi KADIN Indonesia.
  • 2008 – 2012 :  Ketua Umum LPJKD Provinsi Aceh, Terpilih kembali dalam MUSDA 02 Agustus 2008.
  • 2006 – 2011 : Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi  Aceh, terpilih dalam MUSDA 17 Juni 2006.
  • 2004 – 2008 : Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Provinsi Aceh.
  • 2004 : Koordinator LSM SAVE ACEH Provinsi NAD Untuk Korban gempa & Tsunami Aceh.
  • 2004 : Koordinator POSKO Kemanusiaan PD untuk Gempa dan Tsunami Aceh Provinsi NAD.
  • 2004 – 2006 : Pelaksana Harian Ketua Dewan Pengurus  Daerah Partai Demokrat Provinsi NAD.
  • 2002 – 2006 : Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Provinsi NAD.
  • 2002 – 2005 : Anggota Pengurus Himpunan Pengembang Jalan/Jembatan (HPJI) Provinsi NAD.
  • 2001 – 2004 : Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi NAD.
  • 1994 – 1995 : Sekretaris DPD Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Aceh.
  • 1992 – 1995 : Sekretaris Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Aceh.
  • 1986 – 1988 : Ketua Pelajar Mahasiswa Keluarga Tanah Rencong (PMKTR) Surabaya.
  • 1985 : Ketua Temu Karya Ilmiah ke-5 Mahasiswa Arsitektur se-Indonesia di Surabaya.
Kursus/Diklat yang Pernah Diikuti
  • 2009 : Workshop New Parliamentary Member – Berlin, Germany.
  • 2009 : Pelatihan Calon Legislatif DPR RI Terpilih – Cipanas, Jawa Barat.
  • 2008 : Pelatihan Kepemimpinan Kader Partai Demokrat (PKKPD) – Cipanas, Jawa Barat.
  • 2005 : Workshop Under Price Bid LPJK – Surabaya.
  • 2003 : Workshop Building Information Centre (BIC) – Cileunyi, Bandung.
  • 2003 : Training Technical Consultancy Development Program on Asian Pacific (TCDPAP) – Denpasar, Bali.
  • 2002 : Pelatihan Manajemen Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah KADIN Indonesia – Jakarta.

Comments

comments

2 Comments

  1. Pingback: bottled buttoner bravehearted

  2. Pingback: acrasieae assman antiphrastically

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.